Membaca Doa Qunut Subuh: Lafal Arab, Latin dan Juga Artinya

5 Juni 2024 20:06 WIB

Narasi TV

Seorang pria Muslim Nepal melaksanakan salat Idul Fitri untuk menandai akhir bulan puasa Ramadhan, di Kathmandu, Nepal 3 Mei 2022. REUTERS/Monika Deupala

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Membaca doa qunut merupakan amalan yang disunahkan ketika melakukan ibadah salat. 

Ada tiga macam qunut yang disunahkan, yaitu qunut subuh, qunut nazilah, dan qunut pada separuh akhir bulan Ramadhan.

Doa qunut subuh biasanya dibaca pada rakaat kedua setelah selesai membaca tahmid pada saat iktidal (berdiri tegak seperti posisi semula setelah melaksanakan rukuk) dan sebelum sujud.

Ketika membaca doa qunut, disarankan pula untuk mengangkatkan kedua tangan sebagaimana berdoa pada umumnya. 

Doa qunut subuh

Berikut ini merupakan bacaan doa qunut yang bisa kamu lafalkan ketika salat subuh: 

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّ

Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. 

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan Mahatinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Doa qunut yang dituliskan di atas diperuntukkan ketika melaksanakan salat sendiri.

Jika salat dilakukan berjamaah, imam disarankan untuk mengubah lafal ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ” (berilah kami petunjuk) pada doa di atas.

Dan juga disaat membaca qunut, imam disarankan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya.

Selain itu, tidak lupa pula untuk mengangkat kedua tangan seperti halnya menengadahkan doa pada umumnya.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR