Advertisement

Mengenal Roti Sourdough dan Perbedaannya dengan Roti Biasa

13 January 2025 11:52 WIB

thumbnail-article

Roti sourdough. (Unsplash/Debbie Widjaja) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

Roti sourdough belakangan tengah banyak diminati di Tanah Air, terbukti dengan maraknya toko roti artisan yang menjual roti jenis ini.

Keberadaan roti sourdough mungkin cenderung asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab, roti bukanlah makanan pokok di sini.

Namun, di negara-negara pengonsumsi roti seperti Eropa, roti sourdough bukanlah hal yang baru. Resepnya pun diperkirakan sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. 

Roti sourdough disebut sebagai roti sehat sehingga menjadi pilihan bagi mereka yang menjalankan gaya hidup sehat. Lantas, apa yang membuat sourdough lebih sehat, dan apa perbedaannya dengan roti biasa?

Apa itu roti sourdough?

Roti sourdough adalah roti yang dibuat melalui proses fermentasi untuk menciptakan ragi alami sebagai starter. Proses fermentasi ini menciptakan kultur bakteri penghasil asam laktat yang bisa membuat adonan roti mengembang. 

Penggunaan starter berupa ragi alami inilah yang membuat roti sourdough berbeda dengan roti biasa, yang umumnya menggunakan ragi komersial sebagai bahan pengembang.

Proses pembuatan roti sourdough memakan waktu yang lebih lama dibandingkan roti biasa. Untuk fermentasi raginya saja, dibutuhkan waktu beberapa jam hingga dua pekan. Hal ini tentunya berbeda dengan proses pembuatan roti biasa yang cenderung lebih cepat dan sederhana.

Perbedaan roti sourdough dan roti biasa

Bahan baku dan proses fermentasi

Perbedaan utama antara roti sourdough dengan roti biasa ada pada bahan baku utamanya berupa ragi. 

Roti pada umumnya menggunakan jenis ragi siap pakai atau biasa disebut sebagai baker’s yeast. Sedangkan roti Sourdough dibuat menggunakan ragi alami atau ragi liar.

Untuk membuat ragi alami, hanya dibutuhkan dua komposisi yakni tepung dan air. Campuran ini perlu dibiarkan terlebih dahulu selama beberapa waktu sambil ‘diberi makan’ tepung terigu protein tinggi secara berkala. 

Setelah kurang lebih dua minggu, akan keluar aroma asam pada campuran, yang menandakan bahwa ragi alami telah siap digunakan untuk membuat roti. 

Tekstur dan rasa

Roti sourdough memiliki tekstur yang lebih kenyal dan berongga. Rongga ini berasal dari proses fermentasi ragi yang lebih lama, yang memungkinkan gas berkembang dengan baik.

Sebagai perbandingan, roti biasa cenderung lebih halus dan padat. Teksturnya lebih seragam karena proses pembuatan yang cepat dan menggunakan ragi komersial.

Dari segi rasa, roti sourdough cenderung lebih kompleks dengan adanya sedikit rasa asam pada roti. Sebaliknya, roti biasa memiliki rasa yang lebih netral, tergantung bahan tambahan yang digunakan.

Manfaat roti sourdough

Roti sourdough dianggap memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan roti biasa, disebabkan oleh proses fermentasi yang telah dilaluinya.

Proses fermentasi ini membantu memecah kandungan pati atau tepung yang membuat indeks glikemik roti sourdough menjadi lebih rendah. 

Orang yang mengonsumsi roti sourdough cenderung memiliki kadar gula darah dan insulin yang rendah pasca memakan jenis roti ini. Berbeda dengan konsumsi roti biasa yang umumnya akan meningkatkan gula darah dan insulin secara signifikan. 

Selain itu, roti sourdough juga lebih mudah dicerna dibandingkan roti yang menggunakan ragi komersial. Hal ini turut dipengaruhi oleh kandungan prebiotik dan senyawa seperti probiotik dalam sourdough. 

Dengan kandungan nutrisinya yang lebih baik serta banyaknya manfaat yang dapat diperoleh, tak heran jika roti sourdough meraih popularitas di kalangan masyarakat urban yang ingin hidup lebih sehat. 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement