Kualitas ASI sangat bergantung pada metode penyimpanan yang dilakukan oleh ibu. ASI yang disimpan secara benar tak hanya mempertahankan kualitas nutrisi, tetapi juga melindungi kesehatan bayi dari risiko infeksi dan kontaminasi.
Salah satu alasan penting untuk menyimpan ASI secara benar adalah untuk mencegah pembiakan bakteri yang dapat berkembang dalam ASI, terutama jika disimpan dalam wadah atau kondisi yang tidak bersih.
Apabila ASI tidak disimpan dengan benar, kemungkinan akan terjadi kerusakan yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi bayi.
Infeksi dapat terjadi ketika bakteri yang muncul di dalam ASI mempengaruhi sistem pencernaan bayi yang masih rentan.
Oleh karena itu, ibu menyusui sebaiknya memahami bahwa proses penyimpanan yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi.
Alat dan wadah untuk menyimpan ASI
Memilih alat dan wadah yang aman untuk menyimpan ASI merupakan langkah pertama yang sangat vital.
Wadah penyimpanan ASI idealnya terbuat dari bahan yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti BPA, misalnya botol kaca atau plastik Food Grade yang telah teruji dan bebas dari kontaminasi.
Menggunakan kantong plastik khusus untuk menyimpan ASI juga menjadi pilihan yang baik, asalkan kantong tersebut memang dirancang untuk tujuan tersebut.
Selain itu, menjaga kebersihan sangatlah penting. Ibu perlu mencuci tangan dengan sabun sebelum memerah dan menyimpan ASI.
Seluruh peralatan, termasuk botol, kantong ASI, dan pompa, harus dicuci dan disterilkan secara menyeluruh untuk menghindari risiko kontaminasi.
Sterilisasi dapat dilakukan dengan merebus alat-alat tersebut dalam air mendidih selama sekitar lima hingga sepuluh menit.
Tempat penyimpanan ASI dan durasinya
Ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk menyimpan ASI. Namun, yang perlu orang tua tahu, tempat untuk menyimpan ASI bisa memengarungi durasi yang aman untuk dikonsumsi.
Hal tersebut dikarenakan perbedaan suhu yang berpengaruh terhadap seberapa lama ASI bisa dikonsumsi.
Berikut tempat-tempat yang bisa digunakan untuk menyimpan ASI dan panduan mengenai berapa lama ASI dapat bertahan berdasarkan tempanya:
-
ASI perah dapat disimpan di suhu ruang (25°C) selama hingga empat jam.
-
Dalam cooler box dengan ice pack, ASI perah bisa bertahan hingga 24 jam.
-
Di kulkas pada bagian chiller dengan suhu minimal 4°C, ASI dapat disimpan selama 4 hingga 5 hari.
-
Di dalam freezer pada suhu -15°C, ASI dapat bertahan hingga dua minggu.
-
ASI yang beku pada suhu -18°C dapat disimpan hingga enam bulan.
Pemahaman tentang efek suhu sangat penting. Suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat pertumbuhan bakteri, dan ASI yang didiamkan terlalu lama pada suhu ruangan berpotensi mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, penyimpanan di tempat yang dingin dan konsisten merupakan cara terbaik untuk menjaga kualitas ASI.
Cara mencairkan dan menggunakan ASI
Karena metode yang paling umum untuk menyimpan ASI adalah dengan mendinginkannya, maka orang tua juga perlu tahu cara untuk mencairkan ASI yang beku/terlalu dingin.
Ketika ASI beku hendak digunakan, metode yang disarankan adalah dengan memindahkan ASI dari freezer ke bagian dalam kulkas semalaman sebelum digunakan.
Sebagai alternatif cepat, ASI yang masih terbungkus pada wadah dapat ditempatkan di bawah air mengalir yang hangat sampai berhasil dicairkan.
Penting untuk diingat bahwa ASI tidak boleh dipanaskan menggunakan microwave atau kompor, karena perubahan suhu yang cepat dapat merusak komponen penting dalam ASI.
Setelah dicairkan, ASI harus digunakan dalam waktu 24 jam jika disimpan di dalam kulkas.
Sisa ASI yang telah dipanaskan harus dihabiskan dalam waktu dua jam dan tidak boleh dibekukan kembali.
Ketika menyajikan ASI, ibu diharapkan menggoyangkan secara lembut botol untuk mencampurkan kembali lapisan lemak yang mungkin muncul di permukaan akibat proses penyimpanan.
Mengetahui cara menyimpan, mencairkan, dan menggunakan ASI dengan benar bukan hanya soal praktik yang baik tetapi juga merupakan bagian penting dalam memastikan kesehatan dan nutrisi optimal bagi bayi.
Dengan mengikuti panduan yang tepat, ibu dapat memberikan ASI terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak.
