Advertisement

Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid, Arab dan Terjemahannya

13 April 2023 22:54 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi shower yang digunakan untuk mandi setelah haid. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowska) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Niat mandi wajib setelah haid perlu dipahami dengan baik oleh semua kaum muslimin, sebab jika salah dalam membersihkan hadas, maka ibadah yang dikerjakan dianggap tidak sah.

Haid sendiri merupakan hadas besar yang dapat menghalangi kesucian wanita dan dapat pula menangguhkan kewajiban ibadah bagi seorang muslimah.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah ra. bahwa Asma’ binti Syakal ra.bertanya kepada Rasulullah saw. tentang mandi haid dan Rasulullah saw. bersabda:

تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya.” 

“Maka Asma berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka Aisyah berkata kepada Asma: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).” 

Dalam hadis lain Rasulullah saw. juga menjelaskan tentang tata cara bersuci, Rasulullah saw bersabda:

تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas),” (HR. Muslim).

Tata cara mandi haid

Mandi wajib setelah haid dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Membaca niat mandi wajib.
  • Membasuh tangan tiga kali.
  • Membersihkan kotoran pada sela-sela tubuh.
  • Membasuh kemaluan dengan sabun kemudian bilas.
  • Melakukan gerakan wudhu.
  • Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air seluruh badan, dimulai dari rambut dari sisi kanan kemudian berlanjut ke arah sisi kiri.
  • Saat mengguyur pastikan seluruh badan sudah terbila air, baik itu bagian yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Niat mandi wajib setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ghuska liraf'il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta'aalaa.

Artinya, “Sengaja aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar disebabkan haid karena Allah Ta'ala.”

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement