Niat Puasa Tarwiyah yang Sangat Dianjurkan Beserta Sejarah Penamaannya

13 Maret 2023 23:03 WIB

Narasi TV

seorang pria sedang membaca Al-Quran (Sumber: Pexels)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Salah satu amalan sunah di bulan Zulhijah adalah puasa Tarwiyah. Puasa sunah satu ini dilaksakan pada tanggal 8 Zulhijah atau yang serign disebut hari tarwiyah.

Oleh mazhab Syafi’i, puasa Tarwiyah dilakukan untuk mengisi 10 hari pertama bulan Zulhijah dengan amal saleh, sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

والثامن صوم الثمانية أيام قبل يوم عرفة سواء في ذلك الحاج وغيره  

Artinya: (Kedelapan) puasa delapan hari sebelum hari Arafah (dianjurkan) bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji, (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, hal: 197).

Menurut Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsîr Mafâtîhul Ghaib (2000, juz V, hal. 324), puasa Tarwiyah memiliki sejarah penamaan yang dalam. 

Menurut Fakhruddin Ar-Razi, terdapat tiga pendapat tentang penamaan hari Tarwiyah yang berasal dari tiga peristiwa penting dalam Islam yang terjadi pada tanggal tersebut.

Peristiwa pertama adalah ketika Nabi Adam AS diperintahkan Allah SWT untuk mendirikan Ka’bah. Ketika itu, Nabi Adam merenungkan apa yang akan diberikan Allah ketika ia melaksanakan perintah-Nya tersebut.

Perenungan Nabi Adam tersebut kemudian menjadi tonggak awal pemberian pahala kepada umat muslim yang berhaji.

Peristiwa kedua adalah peristiwa ketika Nabi Ibrahim merenungkan perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, peristiwa yang kemudian menjadi latar belakang ibadah kurban.

Peristiwa ketiga adalah tradisi penduduk Kota Makkah keluar pergi ke Mina dan berpikir tentang doa yang akan dipanjatkan ketika di Arafah keesokan harinya.

Ketiga peristiwa tersebut terjadi di tanggal yang sama, yaitu 8 Zulhijah. Oleh karenanya, hari Tarwiyah identik dengan perenungan atau pemikiran.

Niat puasa Tarwiyah

Berikut ini merupakan doa niat puasa Tarwiyah yang dapat dilafalkan pada malam hari hingga menjelang waktu Subuh:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى  

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.” 

Itulah doa dan niat puasa tarwiyah, semoga kita termasuk golongan yang bisa melaksanakan sunah puasa dengan baik serta mendapatkan keberkahan pas setiap ibadah yang dijalankan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR