ODHA Masih Diperlakukan Diskriminatif Karena Stigma Buruk yang Masih Eksis

30 Maret 2023 16:03 WIB

Narasi TV

Man Wearing Red Ribbon (Pexels)

Penulis: Rusti Dian

Editor: Indra Dwi Sugiyanto

ODHA atau orang dengan HIV/AIDS masih sering mendapatkan stigma negatif di tengah masyarakat. Pasalnya, HIV/AIDS masih dianggap penyakit memalukan akibat seseorang kerap berganti-ganti pasangan seksual atau menggunakan obat-obatan terlarang.

Stigma tersebut muncul lantaran informasi tentang HIV/AIDS yang kurang diterima oleh masyarakat. Bahkan terkadang masih ditemui disinformasi mengenai HIV/AIDS. Inilah yang membuat stigma terhadap ODHA langgeng hingga sekarang.

HIV atau singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang CD4 dalam tubuh sehingga merusak sistem kekebalan. Jika sistem kekebalan tubuh sudah rusak, maka penyakit-penyakit lain pun akan dengan mudah menyerang.

Jika HIV tidak segera disembuhkan, maka penyakit ini akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Kondisi tubuh yang sudah terkena AIDS sudah tidak mampu melawan infeksi dan gangguan kesehatan.

Hoaks tentang ODHA

Salah satu yang membuat stigma terhadap ODHA masih ada hingga saat ini adalah banyaknya hoaks yang beredar. Menurut ODHA Berhak Sehat, berikut beberapa hoaks yang sering beredar tentang ODHA:

1. ODHIV (orang dengan HIV) berumur pendek

Hoaks ini membuat orang memandang bahwa HIV adalah penyakit menyeramkan, mematikan, dan tidak bisa diobati. Padahal, dengan rutin menggunakan ARV mampu menekan virus HIV agar ODHIV tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

2. HIV dapat ditularkan dengan kontak biasa

Ini membuat ODHIV dikucilkan oleh orang-orang karena hoaks tentang HIV yang bisa ditularkan secara langsung. Padahal, HIV bisa ditularkan melalui hubungan seks tidak aman, jarum suntik yang digunakan bersama, dan jarum yang tidak steril.

3. Ibu hamil ODHIV dapat menularkan kepada bayi

Hoaks seperti ini membuat ibu rumah tangga dengan HIV dipandang buruk. Tak sedikit pula yang diceraikan dan mengalami kekerasan oleh suaminya karena hoaks tersebut.

4. Berita clickbait

Berita juga menjadi salah satu penyebab ODHIV masih mendapat stigma negatif, terutama jika berita tersebut mengandung clickbait.

Diskriminasi terhadap ODHA

Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit HIV/AIDS serta hoaks yang masih banyak beredar membuat diskriminasi terhadap ODHA tetap ada hingga sekarang.

Menurut CATAHU Komnas Perempuan 2023, Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) menemukan 55 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan HIV diantaranya 42 sudah menikah, 8 orang belum menikah, dan 5 orang bercerai.

Dari kasus tersebut, bentuk kekerasan tertinggi adalah kekerasan fisik yaitu pemukulan dan penganiayaan. Kemudian disusul dengan kekerasan psikis dengan cara melarang perempuan berobat ARV.

Beberapa bentuk diskriminasi yang lain adalah penghinaan secara verbal, dijauhi dan dikucilkan, ditolak dari tempat kerja, dan diusir dari tempat tinggalnya.

Segala upaya untuk memperjuangkan hak ODHA sudah dilakukan oleh berbagai lembaga. Namun, untuk mengakhiri HIV/AIDS di Indonesia tidak semudah itu. Apalagi menurut data Kementerian Kesehatan, kasus HIV di Indonesia mencapai 436.948 kasus. 25% diantaranya lost to follow up (LTFU) atau tidak mengikuti pengobatan ARV.

Walaupun pemerintah dan stakeholder sudah melakukan berbagai upaya penanganan HIV di pelosok daerah, namun SDM tenaga kesehatan yang belum merata ini cukup menghambat penanganan. Belum lagi masalah diskriminasi yang membuat ODHA pesimis.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dengan tidak mendiskriminasi ODHA. Justru kita harus memberikan support agar mereka memiliki semangat untuk melanjutkan hidup.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR