Advertisement

Orang Tua Harus Tahu! Ada Pengaruh Membentak Anak pada Perkembangan Emosional Mereka

24 January 2025 23:27 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi membentak pada anak. (Foto: freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Membentak anak sering dipandang sebagai metode disiplin oleh sebagian orang tua, namun sebenarnya dampak dari tindakan ini dapat menjadi sangat merugikan.

Tindakan membentak tidak hanya berpotensi menimbulkan trauma psikologis, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak secara keseluruhan.

Pengaruh negatif tersebut bisa berupa penurunan kemampuan sosial dan pembentukan rasa percaya diri yang rendah pada anak.

Anak yang sering dibentak cenderung memiliki perkembangan psikologis yang tidak stabil. Mereka dapat mengalami ketakutan yang berlebihan dan kepercayaan diri yang rendah.

Ketidakstabilan psikologis ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam jangka panjang, potensi anak dalam mengembangkan diri dan menghadapi situasi baru bisa terhambat akibat pengalaman buruk yang dialami saat masa kecil.

Anak yang dibentak seringkali merasa bahwa dunia di sekitarnya adalah tempat yang tidak aman dan mengancam. Ini bisa memicu reaksi emosional yang berlebihan pada situasi yang sebenarnya tidak berbahaya.

Dalam banyak kasus, trauma ini tidak hanya berlangsung di usia dini tetapi bisa membekas hingga dewasa, membentuk pola perilaku yang kurang sehat.

Bisa ganggu perkembangan emosional anak

Perkembangan emosional anak menjadi aspek vital dalam pertumbuhannya.

Ketika orang tua menggunakan bentakan sebagai cara disiplin, risiko besar menghampiri perkembangan emosional anak.

1. Emosi tidak stabil dan reaksi berlebihan

Anak-anak yang dibentak di masa kecil cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka.

Mereka sering kali tidak dapat menentukan reaksi yang tepat terhadap suatu situasi. Sebagai contoh, mereka bisa bereaksi dengan kemarahan yang tidak proporsional atau ketakutan yang berlebihan terhadap hal-hal sepele.

Ketidakstabilan emosional ini tidak hanya berpengaruh pada interaksi sosial mereka, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk belajar dan beradaptasi.

2. Menurunkan kemampuan bersosialisasi

Komunikasi yang positif dengan anak menciptakan pola interaksi yang mendukung perkembangan sosialnya.

Sebaliknya, memarahi atau membentak anak dapat menyebabkan mereka mengembangkan perilaku agresif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa anak yang sering mengalami verbal abuse dari orang tua cenderung kurang mampu bersosialisasi dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang berasal dari lingkungan keluarga yang lebih suportif.

Hal ini dapat membuat anak tersebut merasa tersisih dan terkucilkan dalam lingkungan sosialnya.

3. Dampak jangka panjang pada prestasi akademik

Selain itu, anak-anak yang sering dibentak dapat mengalami dampak yang signifikan pada prestasi akademik mereka.

Stres emosional yang dialami anak akibat bentakan dapat mengganggu fokus dan konsentrasi mereka.

Problema ini dapat berlanjut hingga dewasa ketika munculnya gejala kecemasan atau depresi, yang selanjutnya mempengaruhi produktivitas di lingkungan sekolah maupun pekerjaan.

4. Hubungan antara teriakan dan perilaku buruk

Dalam penelitian berjudul "Longitudinal Links Between Fathers’ and Mothers’ Harsh Verbal Discipline and Adolescents’ Conduct Problems and Depressive Symptoms" (2013) yang ditulis Ming-Te Wang dan Sarah Kenny menunjukkan bahwa bentakan sebagai bentuk disiplin justru tidak efektif

Anak yang sering dibentak justru cenderung menunjukkan perilaku buruk yang meningkat pada periode waktu yang sama dengan kebiasaan mereka diteriaki orang tua.

Anak-anak yang dikritik dengan keras justru cenderung akan merespons bentakan yang mereka alami dengan perilaku negatif yang mereka pandang lebih menantang.

5. Pengaruh negatif terhadap perkembangan otak

Dalam studi berjudul "Exposure to parental verbal abuse is associated with increased gray matter volume in superior temporal gyrus" (2010) yang ditulis Akemi Tomoda, dkk., menunjukkan bahwa teriakan dapat mengubah perkembangan otak anak.

Proses pemrosesan informasi negatif lebih cepat daripada positif, sehingga anak yang sering mendengar teriakan akan lebih rentan terhadap stres dan trauma.

Otak anak yang terpapar pada perlakuan kasar dapat menunjukkan perbedaan fisik pada bagian yang bertanggung jawab atas pengolahan suara dan bahasa.

Ini menunjukkan bahwa pengalaman negatif saat kecil berdampak pada cara anak berfungsi di kemudian hari.

Cara menghindari membentak anak

Menghindari membentak anak bukanlah hal yang mudah, terutama bagi orang tua yang terbiasa dengan pola disiplin keras.

Namun, ada beberapa strategi yang bisa diimplementasikan untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif.

1. Teknik mengontrol emosi dan marah

Salah satu langkah pertama ialah mengendalikan emosi. Orang tua disarankan untuk melakukan relaksasi pernapasan sebelum merespons perilaku anak yang memicu kemarahan.

Menghitung mundur dan berbicara dengan diri sendiri juga dapat menjadi teknik yang efektif untuk menenangkan diri.

Jika perlu, orang tua juga dapat mencari waktu untuk menjauh dari situasi yang membuat emosinya memuncak sebelum memberikan respons.

2. Pentingnya pola hidup sehat untuk orang tua

Kesehatan fisik dan mental orang tua sangat berpengaruh pada cara mereka berinteraksi dengan anak. Mengadopsi pola hidup sehat, seperti berolahraga dan menjaga pola makan yang seimbang, dapat membantu menstabilkan emosi. Pola tidur yang cukup juga berperan penting dalam kestabilan emosi. Dengan kesehatan yang baik, orang tua lebih mampu mengatasi stres dan berkomunikasi dengan lebih baik kepada anak.

3. Meminta bantuan profesional untuk kontrol emosi

Jika orang tua merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi mereka, mencari bantuan dari profesional seperti psikolog atau konselor bisa menjadi langkah yang bijak.

Mereka memiliki metode dan teknik yang tepat untuk membantu orang tua mengubah pola pikir dan perilaku dalam mendidik anak.

Ini tidak hanya akan membantu orang tua, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan anak dalam jangka panjang.

Menghindari membentak adalah tantangan, tetapi dengan kesadaran dan upaya yang tepat, orang tua bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan emosional anak.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement