Advertisement

Pacaran dengan Anak di Bawah Umur Itu Child Grooming, Ini yang Harus Diwaspadai

20 November 2024 12:59 WIB

thumbnail-article

Sumber foto: Freepik .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Baru-baru ini, artis berinisial AS ramai diperbincangkan publik lantaran berpacaran dengan perempuan berinisial RS. AS disebut melakukan child grooming karena usia RS masih 15 tahun. Sementara usia AS sendiri sudah 28 tahun.

Fenomena child grooming ini bukanlah yang pertama. Di kalangan artis cukup banyak terjadi child grooming. Hal ini lantas menjadi perbincangan publik karena anak-anak yang berpacaran dengan orang dewasa rentan dimanipulasi dan didominasi.

Pada dasarnya, child grooming adalah salah satu bentuk kekerasan pada anak. Pelaku akan berusaha mendapat kepercayaan dari anak dan memanipulasinya, bahkan juga memanipulasi orang tua atau orang dewasa di sekitar korban.

Grooming memang tidak selalu melibatkan aktivitas seksual. Namun, bukan berarti child grooming tidak berpotensi menyebabkan kekerasan seksual pada anak. Sebagian besar korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi target grooming.

Child grooming termasuk dalam kejahatan. Hal ini diatur dalam Konvensi Internasional untuk Pemberantasan Perdagangan Perempuan dan Anak Tahun 2021.

Pasalnya, child grooming dapat mengarah pada perdagangan anak, prostitusi anak, produksi pornografi anak, hingga perdagangan seks online.

Modus child grooming

Mengutip Kompas.com, Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar menyebut bahwa tindakan child grooming berkaitan dengan pedofilia–ketertarikan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Ada intensi buruk tadi ada intensi untuk memanipulasi atau untuk melakukan kekerasan seksual juga eksploitasi terhadap anak,” ujar Farraas pada Jumat (15/11/2024), dikutip dari Kompas.com.

Child grooming biasanya tidak dilakukan secara terang-terangan atau dengan paksaan seperti penculikan. Justru sebaliknya, pelaku akan mendekati korban dengan memberikan perhatian, menciptakan situasi aman dan nyaman, serta menunjukkan rasa sayang.

Tujuan awalnya adalah untuk mendapatkan kepercayaan dari anak. Tidak heran jika anak tidak menyadari modus manipulasi yang dilakukan pelaku. Ketika kepercayaan sudah terbangun, pelaku langsung menjalankan misinya untuk mengeksploitasi korban.

Dalam hal ini, anak yang mudah terpengaruh oleh tekanan emosional dan manipulasi akan menuruti permintaan pelaku. Pelaku bisa menyebut seolah-olah korban telah memberikan persetujuan, padahal sebenarnya tidak benar-benar dipahami oleh korban.

“Perkembangan otaknya belum sempurna. Baru sempurna bahkan di atas usia 18 tahun, sebenarnya usia 20 tahunan. Jadi belum sepenuhnya bisa menimbang-nimbang plus minus dari perilakunya,” tambah Farraas.

Alasan korban tidak sadar dimanipulasi

Berikut beberapa alasan korban child grooming tidak sadar jika sedang dimanipulasi oleh pasangan yang lebih dewasa:

  • Merasa disayang

Pelaku child grooming akan menciptakan ilusi yang membuat korban merasa dihargai dan dicintai. Pelaku akan memberikan perhatian dan menunjukkan rasa cintanya secara berlebihan. Biasanya dengan memberi pujian, perhatian, hadiah, atau ungkapan verbal.

  • Merasa bangga

Tanpa disadari, korban merasa bangga ketika menjalin hubungan dengan orang yang lebih dewasa. Hal ini muncul dengan anggapan bahwa usia dewasa tentu sudah matang secara emosional dan finansial.

  • Merasa nyaman

Korban juga sering merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan oleh pelaku. Jadi, korban akan menuruti apa yang diinginkan pelaku sekalipun itu menyalahi nilai moral dan keluarga.

Sayangnya, media acapkali berkontribusi dalam meromantisasi hubungan orang dewasa dengan anak-anak. Padahal, hubungan tersebut justru bisa menjerumuskan anak-anak dalam pengaruh buruk.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menumbuhkan pengetahuan tentang perilaku child grooming. Hal ini guna mencegah agar tidak ada lagi perilaku child grooming yang terjadi di sekitar kita.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement