Pengertian Qadha dan Qadar serta Jenis-jenisnya yang Harus Diimani

10 Agustus 2023 17:08 WIB

Narasi TV

Ilustrasi ayat Al-Qur'an yang menjelaskan pengertian qadha dan qadar. (Sumber: Pexels/Oznur Taskan)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Qhada dan qadar (dalam bahasa Indonesia: qada dan kadar) adalah sebuah konsep yang harus diimani oleh seluruh umat Islam. Beriman atas dua hal tersebut merupakan salah satu dari enam rukun iman.

Hal tersebut sebagaimana dijalaskan Rasulullah saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Umar bin Khattab ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda:

"Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk," (HR. Muslim).

Takdir yang baik dan yang buruk yang dijelaskan dalam hadis tersebut merupakan qada dan qadar.

Qada dan qadar adalah ketentuan Allah Swt. yang berlaku untuk seluruh makhluk dan alam semesta.

Pengertian qada dan qadar

Menukil uraian "Beriman kepada Qada-Qadar" terbitan Kementerian Agama, qada adalah ketetapan Allah Swt. atas seluruh makhluk dan alam semesta sejak zaman asali/permulaan waktu.

Jauh sebelum manusia ada, Allah Swt. telah menetapkan takdir tiap-tiap manusia, akan lahir pada bulan apa, tahun berapa, dan tumbuh menjadi seseorang yang bagaimana. Ketetapan tersebut adalah qada.

Penjelasan mengenai qada, salah satunya, terdapat dalam surah Al-Furqan ayat 2 sebagai berikut:

ۨالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا

Allażī lahū mulkus-samāwāti wal-arḍi wa lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahū syarīkun fil-mulki wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahū taqdīrā(n).

Artinya: (Yaitu Zat) yang milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutu pun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat. (QS. Al-Furqan: 2).

Dalam ayat di atas, ukuran-ukuran yang telah ditetapkan dengan tepat tersebut adalah penjelasan mengenai qada.

Sementara qadar adalah ketetapan Allah Swt. yang telah terjadi, sebagaiman kita yang telah terlahir di dunia.

Dengan kata lain, jika disederhanakan, qada adalah rencana Allah Swt. sedangkan qadar adalah realisasi atas rencana tersebut.

Jenis qada dan qadar

Qada dan qadar atau takdir terbagi dalam dua jenis, yakni takdir mubram dan takdir muallaq.

Berikut penjelasan kedua jenis takdir tersebut.

1. Takdir mubram

Takdir mubram adalah ketetapan Allah Swt. yang bersifat mutlak atau tidak akan berubah.

Contoh dari takdir mubram adalah kematian yang pasti akan dialami oleh semua manusia atau hampir semua makhluk di bumi memerlukan oksigen untuk hidup. Dua ketentuan tersebut tak dapat diubah oleh siapapun.

2. Takdir muallaq

Sementara takdir muallaq adalah takdir yang masih bisa diubah sesuai dengan usaha pihak yang ingin mengubahnya.

Penjelasan mengenai takdir muallaq ini dijelaskan Allah Swt. melalui firman-Nya dalam surah Ar-Ra'd ayat 11 berikut:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Lahū mu‘aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓūnahū min amrillāh(i), innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirū mā bi'anfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sū'an falā maradda lah(ū), wa mā lahum min dūnihī miw wāl(in).

Artinya: Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar-Ra'd: 11).

Dalam ayat tersebut Allah Swt. menjelaskan bahwa Allah akan mengubah keadaan suatu kaum apabila kaum tersebut mengusahakannya.

Contoh takdir muallaq adalah orang yang bertaubat. Orang yang kesehariannya melanggar ketentuan Allah Swt. dapat diprediksi akan terus begitu karena telah terbiasa.

Akan tetapi, orang tersebut dapat mengubah jalan hidupnya apabila berusaha bertaubat dan dengan yakin meninggalkan larangan-larangan agama.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR