Advertisement

Sama-sama Menulis, Ini Perbedaan Profesi Content Writer, Copywriter, dan UX Writer

04 November 2023 11:51 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi seseorang yang sedang bekerja dengan laptop. Sumber: Freepik. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Di era digital seperti sekarang ini, profesi penulis telah berkembang ragamnya. Beberapa profesi penulis zaman kiwari yang belakangan cukup populer antara lain content writer, copywriter, dan UX writer

Bagi orang awam, ketiga profesi itu mungkin terlihat sama atau mirip-mirip. Padahal, terdapat perbedaan yang signifikan antara content writer, copywriter, dan UX writer

Kesamaan antara ketiga profesi itu ada pada basisnya yaitu tulis-menulis. Namun, jika ditilik dari segi teknis, tujuan, hingga output yang dihasilkan, ketiga profesi itu benar-benar berbeda. 

Sebelum mengetahui perbedaannya, mari berkenalan terlebih dahulu dengan masing-masing pekerjaan kepenulisan ini. 

  1. Content writer

Content writer adalah pekerjaan yang berkaitan dengan penulisan konten-konten informatif, edukatif, relevan, dan menarik untuk dibaca oleh audiens. 

Konten yang diramu oleh content writer umumnya berupa artikel web atau blog yang panjang dan detail. Meski demikian, seorang content writer juga terkadang bertugas meracik konten untuk media sosial. 

Profesi content writer bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan jenis dan tujuan konten yang ditulis, misalnya SEO content writer, technical writer, hingga social media writer

  1. Copywriter

Jika content writer bertugas menulis artikel, profesi copywriter berurusan dengan penulisan copy atau kalimat yang digunakan sebagai materi iklan.

Copy yang digunakan untuk tujuan promosi ini bisa berupa tagline di baliho, jingle iklan televisi, hingga email marketing. Pada intinya, tulisan-tulisan yang digarap oleh copywriter bertujuan mengajak audiens untuk melakukan aksi konkrit seperti pembelian produk.  

  1. UX writer

Profesi UX writer belakangan ini cukup populer dan banyak dicari oleh perusahaan. UX writer bertanggung jawab dalam menuliskan teks pada tampilan antarmuka (interface) di suatu aplikasi, laman web, atau perangkat lunak. 

Tugas UX writer adalah menuntun pengguna atau user mencapai tujuan dan berinteraksi dengan produk digital secara mulus dan menyenangkan. Oleh sebab itu, UX writer harus memastikan copy yang dibuatnya mudah dipahami oleh pengguna yang berasal dari berbagai kalangan. 

Perbedaan content writer, copywriter, dan UX writer

Setelah mengetahui definisi dari masing-masing profesi, kini saatnya mengenali perbedaan antara content writer, copywriter, dan UX writer

  1. Tujuan penulisan

Perbedaan yang paling signifikan antara content writer, copywriter, dan UX writer dapat dilihat dari tujuan penulisannya. 

Tulisan yang diproduksi oleh content writer bertujuan memberikan informasi dan meningkatkan pemahaman audiens terkait suatu topik, produk, maupun jasa yang ditawarkan. 

Pada profesi copywriter, tujuan penulisannya yaitu menarik perhatian audiens dan calon pembeli untuk berinteraksi dengan brand. Bentuk interaksi yang diharapkan biasanya berupa pembelian produk/jasa, pendaftaran keanggotaan, penandatanganan campaign, dan lain sebagainya. 

Sementara itu, tujuan penulisan seorang UX writer adalah memastikan pengguna atau user mendapatkan pengalaman yang mudah dan menyenangkan saat mengakses aplikasi atau laman web. Tak kalah penting, copy yang dibuat UX writer harus mampu membantu user dalam mencapai tujuan yang diinginkan saat mengakses aplikasi atau laman web tersebut.  

  1. Sifat pesan yang disampaikan

Berdasarkan karakteristik pesan yang disampaikan, tulisan-tulisan content writer lebih mengarah ke sifat informatif dan edukatif, mengingat tujuan penulisan yaitu untuk meningkatkan pemahaman audiens.

Hal ini berbeda dengan tulisan copywriter yang lebih bersifat persuasif. Sebab, materi iklan yang ditulis copywriter harus mampu menarik audien untuk berinteraksi melalui ajakan-ajakan yang meyakinkan. 

Untuk profesi UX writer sendiri, pesan yang dikreasikan lebih bersifat informatif. Hal ini berkaitan dengan tujuan UX writer yaitu mengarahkan pengguna untuk mencapai tujuan saat mereka mengakses aplikasi atau laman web. 

  1. Penempatan tulisan

Perbedaan berikutnya antara content writer, copywriter, dan UX writer dapat dilihat dari penempatan tulisannya. 

Tulisan content writer berupa artikel panjang biasanya akan dimuat secara daring melalui laman web resmi, blog, email, media sosial, atau aplikasi. 

Untuk UX writer, tulisan yang dibuat hanya akan ditampilkan di antarmuka aplikasi atau laman web. Biasanya copy buatan UX writer dapat dijumpai di tombol-tombol. 

Sementara itu, penempatan tulisan copywriter punya cakupan yang lebih luas, tak hanya di media daring melainkan juga cetak hingga elektronik. 

Nah, itu dia perbedaan antara profesi content writer, copywriter, dan UX writer, semoga bisa menjawab rasa penasaranmu ya!

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement