Dalam istilah komunikasi sering kali mendengar istilah komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Lantas apa yang membedakan keduanya?
Melansir "Modul Komunikasi Verbal dan Non Verbal" yang disusun oleh Desak Putu Yuli Kurniati, komunikasi merupakan proses penyampaian informasi antar sesama manusia.
Dalam komunikasi, terdapat beberapa unsur, yakni pengirim pesan (komunikator, penerima pesan (komunikan), saluran/media, pesan itu sendiri, dan proses timbal balik.
Berdasarkan jenis cara penyampaiannya, komunikasi dibagi dalam dua jenis, yaitu komunikasi verbal dan non-verbal.
Perbedaan komunikasi verbal dan non-verbal
Jika dibandingkan, komunikasi verbal dan non-verbal memiliki beberapa perbedaan mendasar sebagai berikut:
1. Bentuk komunikasi
Komunikasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata lisan atau tertulis untuk menyampaikan informasi dan pesan.
Sementara komunikasi non-verbal terdiri dari gerak tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara, tanpa menggunakan kata-kata.
2. Informasi yang dikomunikasikan
Jika dilihat dari kontennya, komunikasi verbal biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi, fakta, ide, dan instruksi spesifik melalui bahasa.
Sedangkan komunikasi nonverbal digunakan untuk mengekspresikan emosi, sikap, dan niat, menambahkan kedalaman dan konteks pada pesan verbal.
Karakter komunikasi verbal
Komunikasi verbal memiliki karakter sebagai berikut:
- Dilakukan secara sederhana, pendek, dan langsung.
- Menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh orang lain karena komunikasi tidak akan berhasil bila pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan sesuai komunikannya.
- Memanfaatkan makna konotatif dan denotatif sebuah kata untuk mengartikulasikan informasi.
- Memanfaatkan intonasi sebagai cara untuk memberikan penekanan dan menyalurkan emosi komunikator.
Karakter komunikasi non-verbal
Komunikasi non-verbal memiliki karakteristik yang bersifat universal, di antaranya:
- Komunikatif, yaitu perilaku yang disengaja/tidak disengaja untuk mengomunikasikan sesuatu sehingga pesan yang ada bisa diterima secara sadar.
- Kesamaan perilaku, yaitu kesamaan perilaku non-verbal antara satu orang dengan orang lain, seperti gerak tangan, cara duduk, berdiri, pola bicara, kekerasan suara, cara diam,
- Artifaktual, artinya adalah komunikasi non-verbal bisa dapat berbentuk artefak seperti cara berpakaian, tata rias wajah, alat tulis, mobil, rumah, atau barang yang dipakai.
- Kontekstual, maksudnya, bahasa non-verbal terjadi dalam suatu konteks dan membantu menekankan makna sesuai situasi dan kondisinya. Misalnya, memukul meja saat pidato akan berbeda makna dengan memukul meja saat dengar berita kematian.
Contoh komunikasi verbal
Berdasarkan penjelasan di atas, contoh komunikasi verbal yang ada di kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
- Berkirim pesan dengan media sosial,
- Pidato,
- Rapat dan diskusi,
- Berinteraksi tertulis melalui media sosial, bisa lewat DM atau komentar,
- Dosen yang mengajar di kelas
- Membaca novel,
- Menulis surat.
Contoh komunikasi non-verbal
Sementara itu, komunikasi non-verbal juga sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:
- Mengetuk pintu,
- Menggelengkan kepala,
- Berjabat tangan,
- Tersenyum,
- Mengerutkan dahi,
- Menggigit bibir bawah,
- Menganggukkan kepala,
- Mengangkat satu tangan.
