Perbedaan Jin, Iblis, dan Setan Menurut Islam Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an

2 September 2023 09:09 WIB

Narasi TV

Ilustrasi iblis yang mewujud manusia. Iblis punya perbedaan makna dengan jin dan setan. (Sumber: Freepik)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Perbedaan jin, iblis, dan setan menurut Islam perlu dipahami dan diketahui oleh umat muslim. Meskipun sama-sama makhluk gaib, ketiganya memiliki perbedaan.

Dalam Islam, makhluk gaib wajib hukumnya diimani. Setiap muslim diwajibkan untuk mempercayai bahwa makhluk gaib itu ada.

Hal tersebut karena makhluk gaib, seperti jin, iblis, dan setan, disebut dan dijelaskan oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an.

Penjelasan tersebut, misalnya, seperti dalam surah Al-Baqarah ayat 3 berikut:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ 

Artinya: "(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al-Baqarah: 3).

Perbedaan jin, iblis, dan setan

Al-Qur’an sendiri telah memaparkan bahwa jin, iblis, dan setan merupakan makhluk ciptaan Allah Swt. sebagaimana manusia, hewan, dan malaikat.

Bahkan, dalam kisah penciptaan manusia oleh Allah Swt., setan, jin, dan iblis lebih dahulu diciptakan oleh Allah Swt. sebelum manusia.

Namun, apa saja perbedaan dari ketiganya? Berikut penjelasannya.

1. Jin

Mengutip buku Rujukan Lengkap Masalah Jin & Sihir karangan Syaikh Ibrahim Abdul Alim, kata jin berasal dari kata janan, janna, yang berarti tersembunyi

Dalam hal ini, maksud dari tersembunyi adalah tidak dapat terlihat oleh mata kepala manusia.

Menurut Quraish Shihab, penulis buku Tafsir Al-Mishbah, dalam program acara Shihab & Shihab, menjelaskan jin sebagai makhluk Allah Swt. yang memiliki banyak kemiripan dengan manusia.

“Ada laki-laki ada perempuan, mereka punya masyarakat. Ada yang baik ada yang buruk. Ada yang berdosa. Dia juga makan, tapi kata Nabi mereka makan tulang, bukan daging,” kata Quraish Shihab.

Allah telah menyebutkan kata jin di dalam 17 surah, di antaranya ada surah khusus yang dinamai surah Al-Jin dan sebutan yang khusus mengenai jin diterangkan dalam 33 kali

Salah satunya dalam firman Allah dalam surah Al-Jin ayat 11 berikut:

وَّاَنَّا مِنَّا الصّٰلِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذٰلِكَۗ كُنَّا طَرَاۤىِٕقَ قِدَدًاۙ

Artinya: “Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”

2. Iblis

Iblis merupakan salah satu jin yang disebut dalam kisah penciptaan Nabi Adam as. sebagai manusia pertama dalam Al-Qur’an.

Dalam surah Al-Araf ayat 11, ketika Allah Swt. baru saja menciptakan Nabi Adam as., para penghuni surga disuruh Allah Swt. untuk bersujud kepadanya.

Namun, di antara para malaikat yang bersujud kepada Adam, iblis adalah salah satu yang menolak bersujud, meskipun itu perintah dari Allah Swt.

Penolakan iblis tersebut dilakukan karena ia merasa bahwa dirinya yang diciptakan dari api, lebih tinggi derajatnya daripada Nabi Adam yang diciptakan dari tanah.

Sejak itu, Allah Swt. mengusirnya dari surga dan, sejak saat itu pula, iblis memantapkan diri untuk mengganggu Nabi Adam dan keturunannya hingga hari kiamat kelak.

Secara bahasa, kata iblis berasal dari akar kata ablasa yang berarti terputus

Maksud dari terputus di sini adalah iblis memutus rahmat Allah Swt. dengan berlaku sombong ketika tidak mau bersujud kepada Adam meskipun itu perintah Tuhan.

Karena penolakannya tersebut, rahmat Allah Swt. kepada iblis terputus dan iblis harus angkat kaki dari surga.

Menurut Al-Qur’an, iblis pada mulanya termasuk golongan jin, tetapi karena kedurhakaannya dan kutukan yang ditimpakan kepadanya, dia menjadi golongan tersendiri dan musuh bagi anak cucu Adam.

Penjelasan tersebut merujuk pada firman Allah Swt. dalam surah Al Kahfi ayat 50:

كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖۗ

Artinya: “Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya.”

3. Setan

Sementara setan adalah makhluk Allah Swt. yang berbuat jahat dan memiliki sifat menghasut orang lain untuk ikut berbuat jahat.

Secara kebahasaan, kata setan berasal dari akar kata syathana yang berarti merenggang, menjauh, dan yang amat jauh

Maksud dari merenggang dan menjauh adalah setan merupakan makhluk Allah Swt. yang jauh dari rahmat Allah Swt. dan mengajak orang lain untuk ikut menjauhi rahmat-Nya.

Namun, dalam Al-Qur’an, setan merupakan istilah untuk merujuk suatu golongan dan bukan jenis makhluk seperti manusia, malaikat, hewan, atau jin.

Oleh karenanya, golongan makhluk Allah Swt. yang dapat dikategorikan sebagai setan dapat diisi dari kalangan jin maupun manusia.

Selama makhluk tersebut menjauhi rahmat Allah Swt. dan menghasut orang lain untuk menjauhi rahmat-Nya, maka dapat digolongkan sebagai setan.

Hal tersebut, sesuai dengan penjelasan surah Al-An’am ayat 112 berikut:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

Artinya: “Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan).”

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa jin adalah salah satu jenis makhluk Allah Swt. sebagaimana manusia dan malaikat.

iblis adalah salah satu jin yang menolak bersujud kepada Nabi Adam karena keangkuhannya.

Sementara setan, adalah golongan makhluk Allah Swt. yang menghasut orang lain untuk menjauhi rahmat-Nya. Setan dapat berupa jin maupun manusia.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR