PKS Kritik Jokowi Soal 2024 Jatah Prabowo: Presiden Seharusnya Netral Seperti SBY Tidak Partisan

8 November 2022 06:33

Narasi TV

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara HUT ke-8 Partai Perindo, di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta, Senin (07/11/2022). (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Akbar Wijaya

Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengkritik dukungan terbuka Jokowi kepada Prabowo Subianto dengan mengatakan bahwa Pilpres 2024 milik sang Ketua Umum Gerindra.

Menurut Hidayat pernyataan Jokowi berpotensi menjadikan kontestasi Pilpres 2024 tidak netral.

"Disayangkan sekali pernyataan beliau itu disadari atau tidak menghadirkan campur tangan kekuasaan terhadap proses pilpres yang steril dari campur tangan kekuasaan," kata Hidayat saat dihubungi Narasi, Selasa (8/11/2022).

Hidayat mengingatkan dalam diri Jokowi melekat jabatan seorang presiden. Dalam kapasitas itu Jokowi mestinya bisa menempatkan diri sebagai negara dengan menunjukan sikap netral pemerintah dalam proses penentuan capres.

Wakil Ketua MPR RI ini lalu mencontohkan sikap Susilo Bambang Yudhyono menjelang akhir kekuasaannya di periode kedua. Hidayat mengatakan kala Itu SBY benar-benar besikap netral dengan tidak menjadi partisan pendukung salah satu calon atau partai politik tertentu.

"Saya kira sangat baik kalau kenegarawan beliau betul-betul dijaga dan mengikuti seperti yang dilakukan Pak SBY. Pak SBY pada periode kedua kepresidenannya betul-betul netral beliau. Beliau imparsial dan tidak partisan kepada capres, calon, dan partai politik tertentu. Maka Pak SBY meninggalkan legacy tentang kenegarawanan," kata Hidayat.

"Saya kira itu yang mestinya dilakukan oleh Pak Jokowi."

Hidayat juga berpendapat Jokowi tidak semestinya memberikan kriteria calon presiden mendatang. Sebab sikap semacam itu menurut Hidayat bisa saja diterjemahkan sebagai intervensi seorang penguasa.

“Enggak perlu juga beliau menyampaikan kriteria-kriteria. Rakyat sudah lebih mengerti tentang kriteria presiden yang akan datang. Yang beliau anggap sebagai kriteria juga bisa menjadi bumerang terhadap beliau sendiri. Sudahlah rakyat sudah cerdas. Jangan diintervensi dengan penyebutan nama calon atau dukungan,” ujar Hidayat.

Hidayat mengatakan apa pun alasannya, guyon atau bukan, tidak sepantasnya Jokowi menyampaikan dukungan terbuka kepada Prabowo.

“Saya sangat menyayangkan pernyataan beliau karena itu bukan sekedar pernyataan pribadi, itu merupakan pernyataan seorang presiden yang waktu itu diminta untuk memberikan sambutan," kata Hidayat.

Apalagi dukungan itu diucapkan dalam acara Perindo bukan Gerindra, sehingga berpotensi diterjemahkan Jokowi sedang mengarahkan dukungan Perindo kepada Prabowo.

"Kalau itu di rumah Gerindra mungkin orang akan pertimbangkan bahwa itu mungkin pernyataan kepada tuan rumah. Tapi inikan di rumahnya Perindo," kata Hidayat.

Hidayat juga mengkritik sikap Jokowi yang bergeming terkait putusan MK bahwa seorang menteri yang maju sebagai calon presiden tidak perlu mengundurkan diri.

Bagi Hidayat sikap diam Jokowi terhadap putusan MK menunjukan pembiaran seorang presiden terhadap potensi penyalahgunaan jabatan dan wewenang menterinya yang maju sebagai calon presiden.

“MK mengeluarkan itu maka Pak Jokowi seharusnya menegaskan dalam rangka netralitas dari pada calon presiden agar tidak menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya, maka presiden memerintahkan dari pada menteri siapapun untuk mundur. Nah itu yang diperlukan. Bukan hal-hal yang malah memunculkan kecurigaan publik akan ketidaknetralan ini.”

Kompetisi Harusnya Rata untuk Semua Peserta

Sirajuddin Abbas, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengatakan Jokowi sebagai presiden mestinya bersikap netral.

Dukungan terbuka kepada Prabowo bisa diterjemahkan ketidaknetralan penguasa dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Sebagai petahana, beliau tidak boleh memberikan dukungan terbuka pada calon presiden mana pun.  beliau juga tidak bisa secara terbuka mengarahkan partai politik," kata Sirajuddin.

Di sisi lain Sirajuddin juga mengingatkan dukungan terbuka Jokowi bisa saja merugikan Prabowo. Sebab bukan tidak mungkin ketika Prabowo memenangi pilpres orang akan mempertanyakan kadar kejujuran penyelenggaraannya.

“Hemat saya, Presiden Jokowi paham betul bahwa presiden petahana harus tetap netral terkait pilpres. Sebab dengan begitu lapangan kompetisi menjadi rata untuk semua peserta," katanya.

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Jokowi Dinilai Restui Acara Relawan, Kenapa Kritik PDI Perjuangan Cuma Menyerang Relawan?

TEKS

Komisaris BUMN Inisiasi Acara Relawan Jokowi, Pengamat: Aturannya Tidak Boleh Tapi Akan Dianggap Sah-Sah Saja

TEKS

MA Kabulkan PK Jokowi, Pemerintah Lolos dari Vonis Melawan Hukum Karhutla

TEKS

Gibran Heran Elite PDI Perjuangan Bilang Silaturahmi dengan Anies Ingin Memecah Belah

TEKS

Reaksi Gelagapan Elite PDI Perjuangan Tanggapi Pertemuan Anies-Gibran

TEKS

OPINI: Taktik Jokowi Menyiapkan Pengganti

VIDEO TERKAIT

04:39

Jokowi Cemas Indonesia akan Kena Krisis Energi dan Lahirlah Aturan Ini

19:52

Kasus COVID-19 Melonjak, Lansia Bakal Divaksin Booster Kedua

20:22

Kejadian Luar Biasa Polio, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Halangi Vaksinasi

12:15

Setelah TigaTahun Setop, Indonesia Akan Impor Beras Lagi?

14:45

Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara, Asetnya Gak Dibalikin ke Korban?

14:36

Setelah Viral, Sulastri Lolos Seleksi Polwan, Kapolda Maluku Utara Minta Maaf

15:00

Kesaksiannya Berubah-ubah, Ajudan Akhirnya Ngaku Takut Ferdy Sambo

09:19

Paham Resesi Kurang dari 10 Menit

21:51

Presiden Korea Selatan Minta Maaf atas Tragedi Itaewon

18:52

Kepala Polisi Korsel Minta Maaf soal Tragedi Itaewon

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya