PM Jepang Makan Ikan Fukushima, Tepis Kekhawatiran Pembuangan Limbah Nuklir

31 Agustus 2023 19:08 WIB

Narasi TV

Arsip - Perdana Menteri Fumio Kishida berbicara dalam konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang (4/10/2021). (ANTARA/Toru Hanai/Pool via REUTERS/pri)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memakan ikan dari perairan Fukushima pada Rabu (30/08/2023) menyusul kekhawatiran pembuangan limbah nuklir ke laut.

Berdasarkan unggahan video di akun Instagram pribadinya, @fumio_kishida, terlihat PM Jepang tersebut menyantap ikan yang disebut berasal dari Fukushima

“Ini sangat enak,” ungkap Kishida sambil menyantap sepotong sashimi.

Mengutip dari Nikkei, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yasutoshi Nishimura mengungkapkan bahwa PM Kishida mengonsumsi sashimi yang terdiri dari ikan bass, flounder, dan gurita, bersama dengan nasi dari beras yang dipanen di Fukushima.

Menteri Ekonomi dan Industri Jepang tersebut juga menerangkan bahwa sayuran serta buah-buahan yang disajikan juga merupakan hasil panen dari Prefektur Fukushima.

Pertemuan itu juga dirancang sebagai media promosi produk-produk Fukushima pasca 12 tahun setelah wilayah tersebut hancur karena tsunami dan gempa yang mengakibatkan bencana nuklir paling buruk dalam sejarah dunia.

Makan ikan untuk meredam kekhawatiran

Yasutoshi Nishimura juga membenarkan bahwa santap siang dengan ikan dari perairan Fukushima itu dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran publik mengenai keamanan makanan dari laut Fukushima.

"Makan siang ini merupakan komitmen kuat PM Kishida untuk menunjukkan kepemimpinan dalam mengatasi kerusakan reputasi sambil tetap menjaga perasaan komunitas perikanan di Fukushima," ungkapnya melansir AP.

"Penting untuk menunjukkan keamanan berdasarkan bukti ilmiah dan dengan tegas menyebarkan informasi baik di dalam maupun luar Jepang," terangnya lagi.

Sebelumnya, Jepang mendapat kecaman dari berbagai pihak setelah membuang limbah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima ke laut.

Pembuangan tersebut telah dilakukan Jepang sejak 24 Agustus lalu, dan diperkirakan akan terus dilakukan hingga puluhan tahun ke depan.

Limbah tersebut terdiri dari air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir PLTN Fukushima ketika rusak saat bencana gempa dan tsunami pada 2011 lalu.

Pemerintah Jepang mengklaim bahwa pembuangan limbah tersebut harus dilakukan untuk menghindari kebocoran yang tak disengaja, seperti ketika ada gempa bumi di kemudian hari.

Karena pembuangan tersebut, Jepang ramai dikecam oleh negara-negara lain, terutama Cina sebagai negara tetangga.

Pemerintah Cina bahkan telah menerapkan larangan mengimpor hasil laut yang berasal dari Jepang.

Selain Jepang, sejumlah aksi protes dilakukan di berbagai negara seperti Fiji, Malaysia, dan Korea Selatan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR