Advertisement

Presiden Ali Bongo Dikudeta Militer, Rakyat Gabon Selebrasi dan Mengibarkan Bendera di Jalanan

31 August 2023 14:53 WIB

thumbnail-article

Tangkapan layar video Ali Bongo dari kediamannya saat menjadi tahanan rumah. Sumber: Al Jazeera. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Presiden Gabon Ali Bongo dikudeta militer usai dinyatakan sebagai pemenang Pemilu ketiga kalinya. Ia pun lengser dari kekuasaan pada Rabu (30/8/2023). Kini, Bongo menjadi tahanan rumah.

Menurut oposisi pemerintahan, keluarga Bongo dianggap tidak becus dalam mengatasi masalah kesenjangan sosial pada 2,3 juta penduduknya. Ditambah lagi putra Bongo, Noureddin Bongo Valentin dan beberapa lainnya juga ditahan dengan tuduhan korupsi hingga pengkhianatan.

Kudeta ini terjadi tak lama setelah komite pemilu Republik Gabon mengumumkan hasil pemilu. Hasil tersebut menunjukkan Presiden Ali Bongo menang dengan perolehan suara 64,27%.

Para perwira tinggi militer kemudian muncul di televisi. Mereka mengumumkan pembatalan hasil pemilu dengan alasan kurangnya kredibilitas. Presiden Bongo pun menjadi tahanan rumah atas alasan pengkhianatan.

Meminta bantuan lewat video

Presiden Bongo lantas meminta bantuan lewat video beberapa jam setelah ia dijadikan tahanan rumah. Video tersebut kemudian beredar dan viral di media sosial. Ia meminta agar warga “membuat keributan” setelah upaya kudeta.

“Saya berada di rumah dan baik-baik saja, tetapi saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya meminta kalian semua untuk membuat keributan,”ucap Presiden Bongo dalam video tersebut.

Ia menyebut bahwa dirinya berada di istana presiden, sedang istri dan anak-anaknya berada di tempat lain. Sementara itu, pemimpin kudeta militer menyebut keluarga dan dokter pribadi menemani Bongo di rumah meski tidak merinci kondisi kesehatan Bongo.

Kudeta dirayakan oleh masyarakat

“Atas nama rakyat Gabon, kami telah memutuskan untuk mempertahankan perdamaian dengan mengakhiri rezim saat ini,” ujar perwira militer yang tergabung dalam Komite Transisi dan Pemulihan Institusi.

Pasca kudeta, banyak masyarakat turun ke jalan di Libreville, Gabon untuk merayakan dan mengibarkan bendera. Mereka mengaku senang saat Presiden Bongo diintervensi dan dikudeta oleh militer Gabon.

Sebelumnya, Bongo sudah berkuasa di Gabon selama 14 tahun. Ia mengikuti jejak ayahnya yang sempat memimpin Bongo selama lebih dari empat dekade. Sejak Pemilu 2016, Gabon sudah dilanda kerusuhan akibat persaingan memperebutkan kekuasaan.

Dalam Pemilu 2023 ini, ketegangan semakin meningkat, terlebih menjelang pengumuman hasil pemilu. Di tengah seruan oposisi yang meminta adanya perubahan, Presiden Bongo justru terpilih melanjutkan kekuasaan keluarganya.

Ketegangan ini semakin meningkat ketika tidak adanya transparansi pemungutan suara, tidak ada pengamat internasional, penangguhan siaran asing, pemadaman internet nasional, hingga jam malam yang diberlakukan pihak berwenang.

Kudeta Gabon ini akan menjadi kudeta kedelapan Afrika sejak tahun 2020. Sebelum Bongo, junta militer Niger sudah melancarkan kudeta pada Juli lalu dan menahan Presiden Mohamed Bazoum dalam tahanan rumah. Kudeta lain juga terjadi di Mali, Guinea, Burkina Faso, dan Chad.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement