Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden Serukan “Jeda Kemanusian” ke Israel-Gaza

3 November 2023 17:11 WIB

Narasi TV

Foto Presiden Amerika Serikat Joe Biden. REUTERS/Jonathan Ernst 

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk pertama kalinya mendukung jeda kemanusian sejak perang Israel dan Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.

"Saya pikir kita perlu jeda," kata Biden ketika berkampanye untuk Pilpres AS mendatang pada Rabu (1/11), dikutip dari Al Jazeraa.

Pernyataan ini muncul saat Binden didesak salah seorang protestan yang menyerukan Amerika agar mendorong gencatan senjata dalam perang Israel dan Hamas.

"Sebagai rabbi, saya meminta Anda untuk menyerukan gencatan senjata sekarang juga," ungkap protestan tersebut, dukutip dari AFP.

Dewan Keamanan Nasional AS mengklarifikasi pernyataan Biden

Akan tetapi, tak lama setelah pernyataan Joe Biden tersebut, Dewan Keamanan Nasional AS segera mengklarifikasi maksud dari yang diucapkan Presiden AS.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menjelaskan bahwa maksud dari “jeda kemanusiaan” yang disebut Biden bukan berarti gencatan senjata.

"Jeda kemanusiaan bersifat sementara, terlokalisasi dan terfokus, terfokus pada tujuan atau sasaran tertentu, bantuan kemanusiaan masuk, orang keluar," kata Kirby.

"Gagasan umumnya adalah bahwa dalam wilayah geografis tersebut, dalam waktu yang terbatas, akan terjadi penghentian permusuhan, cukup untuk memungkinkan apa pun yang Anda izinkan," ucapnya lagi.

“Jeda” tersebut, menurutnya, dapat digunakan sebagai waktu untuk membebaskan para sandera dan juga masuknya bantuan kemanusiaan untuk para korban di Gaza.

Kirby menjelaskan bahwa hal tersebut berbeda dari gencatan senjata. Sejauh ini, Gedung Putih sendiri enggan membahas kemungkinan gencatan senjata di wilayah Gaza. Bagi mereka, gencatan senjata hanya akan menguntungkan Hamas.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami percaya bahwa gencatan senjata secara umum akan menguntungkan Hamas dalam memberikan mereka ruang dan waktu untuk terus merencanakan dan melakukan serangan terhadap rakyat Israel," ujar Kirby

"Kami tidak menganjurkan gencatan senjata secara umum pada saat ini," tegas Kirby.

Perang Israel-Hamas sudah mendekati satu bulan

Berdasarkan rilis data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban serangan Israel ke Gaza telah mencapai mencapai 8.796 korban jiwa dan 3.648 di antaranya adalah anak-anak.

Diketahui perang antara Hamas dan Israel sudah hampir mendekati satu bulan. Selama itu pula Gaza, Palestina, dibombardir Israel.

Selain itu sejak peperangan antara Hamas dan Israel pecah, Israel memblokade total Jalur Gaza dan melarang bantuan kemanusiaan masuk.

Bantuan-bantuan kemanusiaan, seperti bahan bakar minyak tidak diperkenankan memasuki area Gaza. Israel beralasan hal tersebut dikarenakan akan disalahgunakan oleh Hamas.

Akan tetapi, bahan bakar menjadi salah satu kebutuhan yang paling dibutuhkan publik Gaza kini. 

Pemerintah Palestina menyebut rumah sakit di Gaza kini mulai kehabisan sumber daya di tengah para korban yang terus berdatangan.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan salah satu rumah sakit yang mengalami krisis sumber daya. 

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Rabu (1/11) menyebut bahwa generator utama RS tersebut kini tinggal menunggu waktu untuk mati karena tak ada sumber daya.

“Dari komunikasi kita dengan relawan MER-C yang ada di lapangan, diperoleh informasi bahwa waktu yang tersisa adalah kurang lebih 48 jam, sejak tadi pagi, sebelum generator utama mengalami shut down,” katanya, dikutip dari Antara.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR