Pengambilan sampel memang dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya menggunakan teknik probability sampling.
Bagi sebagian orang, terutama yang menggeluti bidang statistika tentu sudah akrab dengan istilah yang satu ini, namun bagi beberapa orang istilah probability sampling tentu dirasa masih asing.
Secara garis besar, probability sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak, namun setiap item yang ada memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel yang terpilih.
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode yang satu ini, biasanya dilakukan untuk mengambil sampel pada populasi yang besar anggotanya ditentukan terlebih dahulu oleh peneliti.
Kelebihan dan kekurangan probability sampling
Meskipun dirasa efektif untuk mengambil sampel dalam suatu populasi yang cukup besar. Namun probability sampling tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan probability sampling.
|
Kelebihan |
Kekurangan |
|
Sistematis, sehingga sampel yang terpilih sudah mewakili populasi angka tanpa memerlukan generator angka acak. |
Adanya celah dalam bias pemilihan sampel, Karena sampel diambil secara acak dan menggunakan rumus aritmatika tertentu. |
|
Memberikan tingkat akurasi yang tinggi, karena memberikan presisi yang lebih besar sehingga tingkat akurasi dapat dicapai bahkan dengan menggunakan sampel berukuran kecil. |
Asumsi bahwa populasinya seragam atau sama tidak selalu benar. Ada kalanya ketika melakukan probability sampling item luar biasa muncul pada bagian populasi yang terpilih atau diambil sebagai sampel. |
|
Pengambilan sampel memudahkan dan nyaman, karena proses pengambilan sampel dengan populasi yang tersebar. |
Adanya potensi untuk tidak berfungsi dengan baik bila anggota unit tidak sepadan atau berbeda dengan unit lainnya. |
Jenis probability sampling
Dalam praktiknya, probability sampling memiliki empat jenis yang kerap diterapkan. Berikut keempat jenis probability sampling yang kerap dijadikan acuan oleh peneliti.
1. Simple random sampling (SRS)
Jenis probability sampling yang satu ini memiliki metode setiap unit sampel dari suatu populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel.
Jenis yang satu ini, merupakan metode probability sampling yang paling umum untuk digunakan oleh peneliti, karena tidak memerlukan informasi apapun terkait dengan kerangka survei selain daftar unit lengkap dan informasi kontak.
2. Systematic sampling
Jenis probability sampling yang kedua adalah systematic sampling. Jenis yang satu ini dapat disamakan dengan deret aritmatika karena menggunakan interval tertentu.
Maka tak heran bila jenis probability sampling yang satu ini terlihat lebih sistematis daripada simple random sampling.
3. Stratified sampling
Jenis yang ketiga adalah stratified sampling. Pada jenis ini, peneliti akan mengelompokkan sampel dalam kelompok eksklusif. Nantinya setiap tingkat, akan diambil sampel independen.
Sementara itu, pengelompokan sampel dapat didasarkan oleh beberapa variabel, seperti jenis kelamin, usia, hobi, provinsi, hingga pendapatan.
4. Cluster sampling
Jenis probability sampling yang terakhir adalah cluster sampling.
Jenis yang satu ini nantinya akan membagi populasi menjadi beberapa kelompok yang kemudian akan dipilih secara acak untuk mewakili total populasi. Nantinya setiap unit akan dipilih untuk masuk dalam sampel.
