Panitia Seleksi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan hasil profil assesment pada Rabu (11/9/2024). Dari 40 calon pimpinan KPK, hanya ada 20 yang dinyatakan lolos. Dua di antaranya adalah perempuan.
“Yang dinyatakan lulus masing-masing untuk capim 20 orang, dan Dewas (dewan pengawas) ada 20 calonnya,” ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK Muhammad Yusuf Ateh pada Rabu (11/9).
Dari 20 nama yang lolos, dua di antaranya adalah perempuan. Mereka yaitu Ida Budhiati dan Poengky Indarti. Calon pimpinan KPK yang lolos profil assesment akan menjalani proses seleksi berikutnya yaitu wawancara serta tes kesehatan jasmani dan rohani.
Profil Ida Budhiati
Ida Budhiati adalah anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) periode 2017-2022. Ia memulai karier di sana sejak 2012 saat kepemimpinan Profesor Jimly Asshiddiqie sebagai perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini menjadikannya sebagai anggota yang paling senior berdasarkan masa jabatannya selama di DKPP.
Ida lahir di Semarang pada 23 November 1971. Ia lulusan sarjana, magister, dan doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro.
Sebelum berkecimpung di dunia kepemiluan, Ida terlebih dulu aktif menjadi relawan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang. Ia pernah menjadi Asisten Pembela Umum LBH Semarang, Divisi Pelayanan Hukum LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK), dan menjadi Lawyer di Kantor Ida Budhiati, Hadi & Partner.
Ia menjadi anggota KPUD Jawa Tengah periode 2003-2008. Setelah itu, ia diberi amanah menjadi Ketua KPUD Jawa Tengah periode 2008-2013. Ida merupakan salah satu calon anggota KPU Pusat yang lolos seleksi tahap III untuk memperebutkan jatah kursi anggota KPU.
Dari pengalamannya selama berkecimpung di KPU, Ida Budhiati menjadikan penguatan kelembagaan sebagai hal yang harus segera dibenahi. Mulai dari memperbaiki tata cara rekrutmen anggota komisi hingga tingkat KPPS. Menurutnya, pembenahan ini bertujuan untuk meningkatkan integritas dan independensi komisi.
Profil Poengky Indarti
Poengky Indarti adalah komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2016-2020 dan 2020-2024. Ia menjadi salah satu pendiri lembaga Imparsial The Indonesian Human Right Monitor pada 2002 yang berfokus pada isu hak asasi manusia.
Ia menempuh pendidikan Fakultas Hukum Universitas Airlangga pada 1983. Kemudian ia melanjutkan S2 Hukum Hak Asasi Manusia Internasional di Northwestern University School of Law, Chicago, Amerika Serikat.
Ia pernah aktif di LBH Surabaya menjadi pengacara publik dan Direktur Bidang Operasional. Kemudian ia melanjutkan karier di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan menjabat sebagai Kepala Divisi Perburuhan dan Fundraising.
Selama di Kompolnas, Poengky selalu mengkritisi kebijakan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia mengedepankan perspektif hak asasi manusia bagi setiap anggota Polri yang bertugas agar mereka dapat bekerja sesuai prosedur.
Daftar nama capim KPK yang lolos seleksi
Selain Ida Budhiati dan Poengky Indarti, berikut daftar nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi:
- Agus Joko Pramono,
- Ahmad Alamsyah Saragih,
- Didik Agung Widjanarko,
- Djoko Poerwanto,
- Fitroh Rohcahyanto,
- Harli Siregar,
- I Nyoman Wara,
- Ibnu Basuki Widodo,
- Ida Budhiati,
- Johan Budi Sapto Pribowo,
- Johanis Tanak,
- Michael Rolandi Cesnanta Brata,
- Muhammad Yusuf,
- Pahala Nainggolan,
- Poengky Indarti,
- Sang Made Mahendrajaya,
- Setyo Budiyanto,
- Sugeng Purnomo,
- Wawan Wardiana,
- Yanuar Nugroho.
