Profil Hasan Nasbi kembali ramai diperbincangkan. Kali ini perihal Presiden Joko Widodo yang melantiknya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan pada Senin 19 Agustus 2024, berbarengan dengan reshuffle kabinet yang melibatkan sejumlah menteri.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 93P Tahun 2024 Tentang Pengangkatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Serta, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024 Tentang Pengangkatan Kepala Lembaga Gizi Nasional yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
Profil Hasan Nasbi
Hasan Nasbi Lahir di Bukittinggi Sumatera Barat pada 1979. Ia diketahui masih memiliki trah keturunan dari tokoh cendekiawan ulama Indonesia yaitu almarhum Buya Syafii Maarif.
Hasan Nasbi pernah mengenyam pendidikan di SMA 2 Bukittinggi dan melanjutkan kuliah ke Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Setelah lulus, Hasan sempat berkarier sebagai wartawan.
Di tahun 2006 sampai 2008 Hasan bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, hingga akhirnya mendirikan lembaga survei Cyrus Network.
Namanya semakin dikenal saat ia pernah menjadi konsultan politik untuk Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat Pilkada DKI 2012 silam.
Saat itu, Hasan sukses mengantarkan Jokowi-Ahok menang di Pilkada Jakarta. Tahun 2017 ia juga menjadi perbincangan karena ia menjadi salah satu inisiator berdirinya Teman Ahok, organisasi relawan Ahok pada Pilkada 2017 Jakarta yang maju secara independen sebelum akhirnya dipinang oleh PDIP Perjuangan.
Di tahun 2024, Hasan kembali aktif dalam dunia politik saat ia masuk jajaran juru bicara TKN Prabowo-Gibran. Belum lagi ia kerap tampil wara wiri di layar kaca menjelaskan program-program Prabowo-Gibran.
Hasan juga hadir menjadi saksi di sidang sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi. Dalam sidang, status Hasan Nasbi sempat dipertanyakan tim hukum Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud. Sebab, dia tercatat sebagai tim kampanye Prabowo-Gibran.
Hingga akhirnya perjalanan politiknya bermuara menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sekaligus menjadi juru bicara Presiden Joko Widodo.
"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundangan-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Hasan saat membacakan sumpah jabatan.
