Profil Irawati Puteri, Mantan SPG Chicken Nugget yang Diterima S2 di Stanford University

28 Februari 2023 14:02 WIB

Narasi TV

Irawati Puteri. Sumber: Akun Instagram @irawatiputeri.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Irawati Puteri, seorang mantan Sales Promotion Girl (SPG) produk chicken nugget baru-baru ini menginspirasi publik dengan prestasinya. Pasalnya, ia diterima untuk melanjutkan pendidikan S2 di Stanford University, California. Ia dibiayai penuh oleh Pemerintah Indonesia melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Irawati Puteri atau akrab disapa Ira dapat membuktikan bahwa keterbatasan tidak lantas membuatnya patah semangat. Kepada iNews.id, Ira mengaku tumbuh dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi luar biasa. Ayah dan ibunya bekerja serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. Tetapi, ayah Ira selalu mengajarkan agar anak-anaknya tidak menyalahkan kondisi.

Profil Irawati Puteri

Sejak SD, Ira selalu dibantu keringanan keuangan dan beasiswa. Bahkan Ira pernah melihat adiknya putus sekolah karena keuangan. Ira tidak mau kejadian tersebut terulang. Ia pun memutuskan untuk mengajar les agar bisa mendapat uang.

Saat SMA, Ira mendapat potongan biaya sekolah sangat besar karena prestasinya. Ia mengikuti berbagai perlombaan akademik. Awalnya, Ira mengikuti lomba untuk mendapat uang. Namun ternyata perlombaan tersebut justru mengantar Ira menuju kesuksesannya.

Selain mengikuti perlombaan, Ira juga bekerja sampingan sebagai SPG produk chicken nugget. Ira menjelaskan melalui akun Twitternya alasan memilih pekerjaan tersebut karena tidak ada minimal tinggi badan. Di satu sisi, belum banyak pilihan opsi pekerjaan sampingan di luar mengajar les pada waktu itu. Uang hasil kerjanya pun digunakan untuk membayar kontrakan. 

Ira memanfaatkan waktu luangnya selama menjadi SPG dengan mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi. 

“Saat teman-teman bimbel dengan nyaman, aku belajar di stall chicken nugget-ku sambil ngelayanin customer, curi-curi waktu. Dulu di PRJ dari jam 6 pagi sampai 12 malam beres panggung artis,”jelas Ira dilansir dari iNews.id.

Ira lolos seleksi di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran melalui jalur SBMPTN dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia melalui jalur SIMAK UI. Dari situ, Ira memutuskan berkuliah di UI lantaran jaraknya mudah ditempuh dan ramah di kantong. 

Sebelumnya, Ira pernah menjadi Best Speaker dalam lomba debat di FH UI. Inilah yang melatarbelakangi pemilihan jurusan saat kuliah. Selain itu, Ira juga bercita-cita menyelesaikan isu-isu ketidakadilan struktural sehingga keputusannya memilih Fakultas Hukum semakin bulat.

Selama 4,5 tahun berkuliah, Ira meraih banyak prestasi dengan berbagai perlombaan debat. Ia pun menjadi Ketua Debat Hukum Organisasi Debat FH UI. 

Selanjutnya, Ira bekerja menjadi Legal and Policy Manager di sebuah Law Firm. Pekerjaan itu dilakoninya sejak masih berkuliah semester 7. 

Orang Indonesia pertama di jurusannya

Ira melanjutkan pendidikannya di Stanford University Amerika Serikat. Ia dinyatakan lolos menjadi mahasiswi jurusan International Comparative Education and International Education Policy Analysis.

Jurusan tersebut hanya menerima 20 orang per angkatan dari seluruh dunia. Yang lebih membanggakan lagi, Ira adalah mahasiswi Indonesia pertama yang diterima di jurusan tersebut.

“Nggak ada ekspektasi apa-apa. Pas pengumuman ada perasaan udah pasti nggak keterima, jadi nggak usah sedih. Tapi tulisannya ‘congratulation’ jadi aku bengong, nggak nyangka sampai di titik ini,”jelas Ira.


Dari sini, Ira bertekad untuk membuat kebijakan pendidikan yang lebih berfokus pada masyarakat marjinal. Ia berusaha menggabungkan keilmuannya di bidang hukum untuk membuat kebijakan pendidikan yang berkualitas, mengerti konsep ketidakadilan dan kemiskinan struktural, multidisiplin, research-based, dan menyentuh sampai ke akar rumputnya.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR