Profil Lily Yulianti Farid, Penulis, Peneliti, dan Aktivis Literasi Indonesia yang Meninggal karena Kanker

10 Maret 2023 12:03 WIB

Narasi TV

Penulis dan aktivis literasi, Lily Yulianti Farid. Sumber: Rumata Art Space.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Lily Yulianti Farid meninggal dunia pada hari Kamis, 9 Maret 2023 pukul 21.00 WIB di Rumah Sakit Peter MacCallum Cancer Centre di Melbourne, Australia. Kabar ini disampaikan oleh suami Lily, Farid Ma’ruf Ibrahim melalui akun Facebook dan Instagram. Lily meninggal setelah sebulan lebih dirawat karena sakit kankernya.

“Lily sudah tiada. Innalillahi wainnailaihi rajiun. Dia berangkat dengan tenang. Didampingi saya dan Fawwaz, ”tulis Farid melalui akun Instagramnya. Foto yang diunggahnya memperlihatkan wajah Lily yang tersenyum sambil membawa bunga.

Menurut kakak ipar almarhumah, Hasymi Ibrahim, Lily Yulianti akan dimakamkan di Kota Melbourne, Australia sesuai keinginannya sendiri. Kabar meninggalnya Lily membuat para aktivis dan pegiat literasi di Indonesia pun berduka. Mereka ramai menyampaikan ucapan belasungkawa di media sosial. 

Profil Lily Yulianti

Lily Yulianti Farid adalah seorang penulis, mantan jurnalis, aktivis, dan peneliti. Baru-baru ini, Lily sedang menulis sejarah Australia yang menjadi proyek penelitiannya. Selain itu, ia juga sedang mempersiapkan film hubungan antara Suku Aborigin di Australia dan Makassar.

Ia lahir pada 16 Juli 1971 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia menjalani pendidikan sebagai mahasiswa jurusan Hama dan Penyakit Tanaman di Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin. 

Lily kemudian melanjutkan pendidikan S2 pada tahun 2001 dengan mengambil studi Gender and Development. Pada tahun 2010, ia mendaftar program Doktor bidang Gender and Media di Melbourne, Australia.

Passion-nya di bidang jurnalistik dimulai sejak ia bergabung bersama pers mahasiswa. Beberapa media seperti Harian Kompas, Radio Australia, Nytid News Magazine, dan Panyingkul! menjadi saksi karirnya dalam jurnalistik.

Lily juga sering menulis cerita pendek yang sudah menjadi hobinya sejak kecil. Beberapa kumpulan cerita pendek yang ia tulis kemudian dibukukan. Buku tersebut berjudul Makkunrai dan 10 Kisah Perempuan Lainnya (2008), Family Room (2010), dan Ayahmu Bulan, Engkau Matahari: Kumpulan Cerpen (2012).

Keaktifannya menulis membuat Lily akhirnya menggagas dan menjalankan Makassar International Writers Festival (MIWF) sejak pertengahan tahun 2011. Event ini juga beberapa kali mendapat penghargaan internasional.

Tidak berhenti di situ, Lily bersama sutradara Riri Riza mendirikan Rumata Art Space di Makassar pada tahun 2010. Tempat tersebut adalah rumah budaya yang menjadi pusat kegiatan kesenian dan kebudayaan.

Lily pernah mendapatkan penghargaan Leadership Award dari Melbourne University. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mengembangkan organisasi dan kemasyarakatan di bidang media dan komunikasi di Indonesia dan Australia.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR