Advertisement

Profil Yudian Wahyudi, Kepala BPIP yang Mengeluarkan Kebijakan Kontroversial

19 August 2024 09:02 WIB

thumbnail-article

Yudian Wahyudi, Kepala BPIP. Sumber: ANTARA. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Nama Yudian Wahyudi menjadi sorotan usai terbitnya aturan mengenai pakaian yang dikenakan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Pasalnya, tak ada satu pun anggota Paskibraka putri yang mengenakan jilbab saat pengukuhan. Berikut profil Yudian Wahyudi.

Foto-foto pengukuhan anggota Paskibraka 2024 menyita perhatian publik di media sosial. Di sana terlihat tidak ada satu pun anggota Paskibraka putri yang mengenakan jilbab. Padahal, sebelum pengukuhan mereka terlihat mengenakan jilbab. Setidaknya ada 18 anggota Paskibraka yang mengenakan jilbab sejak proses seleksi.

Berbagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan hingga pimpinan DPR RI menyatakan keprihatinan atas tindakan tersebut. Publik juga mengaitkan dengan perubahan pembina Paskibraka yang kini berada di bawah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPIP Yudian Wahyudi pun angkat bicara. Ia menyebut anggota Paskibraka secara sukarela melepas jilbab saat upacara pengukuhan. Pernyataannya langsung ditanggapi oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono.

Pihak Istana akan mengoreksi jika sejak awal BPIP melaporkan aturan tersebut. Ketika gladi bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN), anggota Paskibraka putri yang berjilbab terlihat mengenakan jilbab berwarna hitam.

Pada Kamis (15/8/2024), Yudian menyampaikan permintaan maaf atas larangan penggunaan jilbab tersebut. Ia pun mencabut larangan tersebut sesuai arahan Heru Budi. Pada Sabtu (17/8/2024), anggota Paskibraka putri tetap mengenakan jilbab selama menjalankan tugas mengibarkan bendera di IKN.

Lantas, siapakah Yudian Wahyudi? Simak profil lengkapnya berikut ini!

Profil Yudian Wahyudi

Yudian Wahyudi lahir pada 17 April 1960 di Balikpapan. Sepak terjangnya di dunia pendidikan dan keagamaan telah dimulai sejak masih menjadi santri di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan pada 1978.

Setelah lulus dari pesantren, ia berkelana ke Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Ia lulus pada 1979. Yudian melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga jurusan Peradilan Agama dan lulus pada 1987.

Yudian langsung melanjutkan pendidikan gelar magister Islamic Studies di kampus yang sama. Ia lulus pada 1993. Kemudian pada 2002, Yudian meraih gelar doktor Islamic Studies di McGill University.

Pada 2005, Yudian tergabung dalam American Association of University Professors. Ia dipercaya mengajar di Comparative Department, Tufts University, Amerika Serikat. Selain menjadi dosen dan guru besar, Yudian juga aktif menulis artikel ilmiah terkait Islam Kontemporer, menjadi penulis, serta penerjemah.

Ia pernah menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga. Salah satu kebijakan yang kontroversial adalah larangan penggunaan cadar di kampus Islam tersebut. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 tentang Pelarangan Mahasiswi Bercadar tertanggal 20 Februari 2018.

Tujuan pelarangan tersebut adalah untuk menjaga ideologi mahasiswa dan mahasiswi UIN Sunan Kalijaga. Yudian berdalih aturan ini juga untuk memudahkan kampus dalam menjalani kegiatan belajar mengajar guna meminimalisasi penggunaan joki saat ujian.

Kini, Yudian menjadi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sejak 2020. Pelantikan dan pengesahannya berlangsung di Istana Negara Jakarta. Bekerja sama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Yudian Wahyudi mampu mempercepat upaya penyebaran nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement