Rekam Jejak Prabowo Selama Menjadi Menteri Pertahanan RI di Kabinet Indonesia Maju

31 Oktober 2023 20:10 WIB

Narasi TV

Daftar Prestasi Prabowo Selama Menjadi Menteri Pertahanan RI di Kabinet Indonesia Maju

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan RI pada 2019 lalu, Prabowo telah mencatatkan sejumlah kebijakan.

Beberapa kebijakan terkait ketahanan negara dikeluarkan Prabowo Subianto selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Prabowo Subianto sendiri kini tengah mencalonkan diri sebagai capres yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju bersama anak sulung Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Berikut ini merupakan beberapa kebijakan Prabowo ketika menjabat sebagai Menhan sejak 2019 lalu.

Tekan impor alutsista

Pada awal tahun 2020, Prabowo melakukan pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Kedua Menteri Jokowi itu membahas upaya untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor alutsista

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak membocorkan isi pertemuan Prabowo dan Erick Thohir

"Pak Prabowo bicara tentang memaksimalkan kluster industri pertahanan dalam negeri terutama BUMN memetakan BUMN-BUMN mana saja yang bisa direvitalisasi untuk produksi alutsista dalam negeri sesuai dengan perintah Presiden," jelas Dahnil, dikutip dari CNN Indonesia. 

Gencar melakukan promosi alutsista

Sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertahan, Prabowo begitu gencar memasarkan produk persenjataan indonesia ke berbagai negara.

Tahun 2019, Prabowo menerima kunjungan kehormatan Menhan Ghana Dominic BA Nitiwul.

Dari pertemuan keduanya disepakati penjajakan kerja sama di bidang pertahanan. Prabowo juga menyampaikan kemampuan industri pertahanan Indonesia.

Tahun 2022, Prabowo Subianto bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin di Pentagon, AS. Keduanya menekankan kepentingan kerja sama berkelanjutan di bidang keamanan regional.

Pengamat politik sekaligus peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan Presiden Joko Widodo tidak salah menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Lantaran mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) ini terlihat fokus dan dapat menempatkan diri dengan baik.

"Selama menjalankan amanah sebagai menteri pertahanan, Prabowo memang sangat terlihat menonjol. Ia aktif melakukan pertemuan dan komunikasi dengan berbagai negara maju dalam rangka menjajaki kerja sama modernisasi alutsista," kata Bawono Kumoro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara.

Membantu ketahanan pangan Indonesia

Tidak hanya menorehkan kebijakan seputar alutsista, Prabowo juga diberikan mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk membantu ketahanan pangan Indonesia.

Salah satunya dengan membangun lumbung pangan di Kalimantan Tengah pada awal kepemimpinannya.

Prabowo juga menyampaikan ajakan kepada pemimpin dunia untuk membantu atasi krisis pangan di acara Global Food Security Forum di Bali pada tahun 2022 lalu.

“Tujuan kita menyediakan pangan bagi 8 miliar orang di dunia. Namun, tantangannya adalah ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan. Tantangannya adalah hanya beberapa negara yang memiliki kecukupan pasokan protein dan kalori. Itulah tantangan kita untuk bisa mencapai target nol kelaparan, yang merupakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan [Sustainable Development Goals/SDGs] nomor 2, sebuah tujuan yang harus kita cita-citakan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemhan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR