Kenali Dua Rukun Puasa Berikut Ini agar Puasamu Tidak Batal dan Sah

22 Maret 2023 16:03 WIB

Narasi TV

Ilustrasi seorang muslim tengah berdoa ketika berpuasa di bulan Ramadan. (Sumber: Pexels/Ali Arapoglu)

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Sebagai sebuah ibadah, puasa memiliki rukun yang harus dilakukan setiap muslim yang hendak menjalankannya.

Terutama pada bulan Ramadan, di mana Allah memberikan keberkahan dan nikmat pahala yang luar biasa kepada setiap manusia yang melaksanakan puasa wajib dan kebaikan.

Untuk mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlimpah di bulan Ramadan, setiap muslim harus melakukan setiap rukun puasa agar dicatat sebagai ibadah yang sah.

Rukun sendiri adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi dalam menjalankan ibadah, baik itu salat ataupun puasa. 

Rukun puasa

Dalam ibadah puasa terdapat dua rukun yaitu niat dan menjaga diri dari perbuatan yang membatalkan puasa, berikut ulasan lengkapnya.

1. Niat

Rukun puasa yang pertama adalah niat. Niat menjadi salah satu syarat sahnya puasa yang biasa dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. 

Jika tidak diawali dengan niat, maka puasa yang kita kerjakan berujung sia-sia atau tidak termasuk puasa yang sah.

Hadis yang menjelaskan niat puasa yang dilakukan pada malam hari adalah sebagai berikut.

مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ 

Artinya “Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa.”

Namun ada hadis lain yang menjelaskan waktu mengucapkan niat dilakukan saat terbitnya fajar, Rasulullah SAW bersabda:

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ؟ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ 

Artinya “Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang kepadaku dan bertanya, “Apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Beliau bersabda, “Hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau datang lagi kepadaku, lalu aku katakan kepadanya, “Wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “Tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa,” lalu Beliau memakannya.”

Adapun niat puasa lafalnya sebagai berikut

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhis syahri ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan pada tahun ini, karena Allah SWT semata.”

2. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa

Rukun puasa yang kedua adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, berhubungan badan dan lain-lainnya. 

Hal-hal tersebut tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu mulai terbitnya fajar hingga memasuki waktu berbuka yaitu saat azan salat Magrib.

Dalil yang menjelaskan rukun puasa kedua ini ada dalam surat Al-Baqarah ayat 187, Allah SWT berfirman:

 فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ

Artinya“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah ayat 187).

Itulah dua perkara yang masuk dalam rukun puasa, semoga bermanfaat dan membawa berkah.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR