Advertisement

Rumah Sakit di Jawa Tengah Mulai Kewalahan Akibat Kasus DBD Meningkat

04 December 2024 11:54 WIB

thumbnail-article

Demam Berdarah Dengue. Sumber: ANTARA. .

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan seiring dengan datangnya musim hujan. Beberapa daerah seperti Blora, Pati, dan Grobogan melaporkan lonjakan jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit.

Pada tanggal 16 November, rumah sakit umum daerah (RSUD) di Blora menerima sekitar 100 pasien DBD per hari, sebuah angka yang mengindikasikan kondisi yang mulai kritis.

Otoritas kesehatan setempat telah meminta masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah pencegahan. Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Hidayat, menyatakan bahwa sejak awal tahun hingga Oktober, telah terjadi sembilan kematian akibat DBD, dengan total kasus mencapai 267. Ia juga menekankan perlunya kewaspadaan saat musim hujan karena potensi meningkatnya kasus DBD sangat tinggi.

Dampak dan komplikasi DBD di tengah masyarakat

Peningkatan kasus DBD di Jawa Tengah tidak hanya mengkhawatirkan dalam hal jumlah, tetapi juga mengenai angka kematian yang meningkat. Di Kabupaten Pati, misalnya, sebanyak empat anak berusia antara 7-13 tahun telah meninggal dunia akibat virus ini, dengan total 566 kasus terverifikasi.

Komplikasi yang paling serius dari DBD adalah Dengue Shock Syndrome (DSS), yang terjadi pada sekitar 80 persen para pasien di Blora. DSS merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan perawatan intensif. Kelompok umur yang paling rentan terhadap DBD adalah anak-anak, yang memiliki imunitas lebih rendah dibandingkan dewasa, sehingga lebih mudah terpengaruh oleh virus ini.

Langkah pemberantasan sarang nyamuk

Untuk menangani peningkatan kasus DBD, pentingnya PSN menjadi perhatian utama. Pemberantasan Sarang Nyamuk dapat dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang bisa menampung air, dan mendaur ulang barang-barang yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Pemerintah daerah melakukan kampanye masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya PSN. Selain itu, mereka juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam bersih-bersih lingkungan dan mengadakan penyuluhan tentang bahaya DBD serta cara pencegahannya.

Masyarakat didorong untuk menerapkan langkah-langkah PSN secara konsisten, terutama ketika memasuki musim hujan. Keterlibatan aktif masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko penularan DBD dalam satu komunitas.

Peningkatan kasus DBD secara nasional

Tren peningkatan kasus DBD tidak hanya terlihat di Jawa Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah kasus DBD mencapai 88.593 kasus, meningkat drastis dibandingkan dengan 28.579 kasus pada tahun yang sama sebelumnya. Angka kematian akibat DBD juga melonjak, yang mencapai 621 jiwa pada tahun ini, dibandingkan dengan 209 kematian pada tahun lalu.

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan, terutama menjelang musim hujan. PSN menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi penularan dan dampak berbahaya dari DBD. Dengan adanya kesadaran kolektif dalam masyarakat, diharapkan langkah-langkah ini bisa menekan jumlah kasus DBD yang terus meningkat, serta mempertahankan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement