Advertisement

Sejarah Isra Miraj dan Hikmah Penting bagi Umat Islam

05 February 2024 21:12 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi seorang muslim membaca peristiwa Israj Mikraj dalam Al-Qur'an. (Sumber: Pexels/Mukhtar Shuaib Mukhtar) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam. Peristiwa ini menjadi tonggak perkembangan dakwah Nabi Muhammad saw., meskipun sulit dijangkau nalar manusia.

Dalam peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad saw. yang kala itu telah diangkat sebagai Rasulullah, melakukan perjalanan dari Makkah (Masjidil Haram) ke Palestina (Masjidil Aqsa) hanya dalam satu malam.

Tak hanya itu, Rasulullah saw. juga kemudian melanjutkan perjalanan tersebut untuk mengarungi alam semesta raya hingga ke Sidratul Muntaha.

Selain sulit untuk membayangkan Rasulullah saw. yang hidup pada abad ke-4 dan 6 menjelajah keluar angkasa, peristiwa Nabi Muhammad pergi dari Makkah ke Palestina hanya dalam satu malam juga sulit dijelaskan nalar manusia.

Kala itu, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa memerlukan waktu kurang lebih satu bulan menggunakan jalur darat. Sementara, teknologi pesawat udara baru berkembang berabad-abad setelahnya, yakni pada abad ke-18 di Amerika Serikat.

Kendati sukar dipahami oleh nalar manusia, setiap muslim diwajibkan mengimani peristiwa Isra Mikraj tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu bentuk keagungan Allah Swt. sebagai satu-satunya Tuhan.

Bagi umat Islam, penjelasan mengenai Isra Mikraj dalam Al-Qur’an merupakan dasar yang cukup untuk mengimaninya.

Dalam Al-Qur’an, peristiwa tersebut dijelaskan melalui surah An-Najm ayat 13-18 berikut:

 وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى

Artinya: "Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu ketika) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya. Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya). Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar."

Sejarah Isra Mikraj

Peristiwa Isra Mikraj adalah salah satu mukjizat yang diberikan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw.

Peristiwa ini terjadi pada periode akhir kenabian Nabi Muhammad di Makkah sebelum berhijrah ke Madinah, yakni pada tahun pertama sebelum hijrah, antara 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, namun tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya.

Dalam perjalanan Isra Mikraj ini, Nabi Muhammad saw. melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Kemudian dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha atau langit ke tujuh.

Dalam peristiwa ini Rasulullah tidak hanya menyaksikan surga dan neraka. Namun juga menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu sehari semalam.

Hikmah Isra Mikraj

Hikmah terbesar yang dapat dipetik dalam peristiwa Isra Mikraj adalah diperintahkannya salat lima waktu sebagai ibadah wajib bagi setiap Muslim.

Perintah tersebut juga dapat dipandang sebagai salah satu bentuk kemurahan hati Allah Swt. sebagai Tuhan.

Hal tersebut dikarenakan sebelum Isra Mikraj, Allah Swt. memerintahkan manusia untuk melaksanakan salat sebanyak 50 kali dalam sehari.

Kemudian dalam peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah saw. memohon kepada Allah Swt. untuk mereduksi jumlah salat wajib menjadi hanya lima kali dalam sehari.

Mendengar permohonan tersebut, Allah Swt. kemudian mengabulkannya. Hingga kini dan seterusnya, setiap muslim hanya diwajibkan melakukan salat wajib sebanyak lima kali saja dalam sehari.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement