Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu malam yang dinantikan oleh hampir seluruh umat Islam di dunia, termasuk Indonesia. Namun bagaimana sejarah awal mula peringatan malam Nisfu Syaban?
Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Malam Nisfu Syaban 2024 atau malam Nisfu Syaban 1445 Hijriah jatuh pada Sabtu 24 Februari 2024 hingga malam Minggu 25 Februari 2024.
Sementara sejarah peringatan malam istimewa satu ini dapat ditarik hingga sebelum masa Rasulullah saw. hidup bersama para sahabat.
Peringatan tersebut kemudian terus dilestarikan seluruh umat Islam di dunia hingga kini.
Sejarah malam Nisfu Syaban
Melansir laman NU Online, peringatan malam Nisfu Syaban yang dilakukan hingga kini sebenarnya dimulai dari golongan ulama Tabi'in daerah Syam atau sekarang dikenal dengan negeri Suriah.
Melalui penjelasan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa peringatan malam Nisfu Syaban sebenarnya telah dilakukan bahkan sebelum zaman Rasulullah dan sahabat mengembangkan Islam.
Awalnya, peringatan malam Nisfu Syaban mengikuti amalan-amalan yang ditetapkan oleh para ulama Tabi’in di zaman tersebut.
Penjelasan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Mawahib Al-Laduniyah karya Al-Imam Al-Qasthalani (wafat 923 H) sebagai berikut:
وقد كان التابعون من أهل الشام، كخالد بن معدان، ومكحول يجتهدون ليلة النصف من شعبان فى العبادة، وعنهم أخذ الناس تعظيمها، ويقال: إنه بلغهم فى ذلك آثار إسرائيلية، فلما اشتهر ذلك عنهم اختلف الناس، فمنهم من قبله منهم، وقد أنكر ذلك أكثر العلماء من أهل الحجاز، منهم عطاء، وابن أبى مليكة، ونقله عبد الرحمن بن زيد بن أسلم عن فقهاء أهل المدينة، وهو قول أصحاب مالك وغيرهم، وقالوا: ذلك كله بدعة
Artinya: "Tabi'in tanah Syam seperti Khalid bin Ma'dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya'ban. Nah dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Sya'ban.”
“Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut. Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Sya'ban viral, orang-orang berbeda pandangan menanggapinya.”
“Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya. Mereka yang mengingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha' dan Ibnu Abi Malikah.”
“Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha' Madinah menukil pendapat bahwa perayaan malam Nisfu Syaban seluruhnya adalah bidah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya."
Ketika masa kenabian Rasulullah saw. dimulai dan Islam berkembang, Nabi Muhammad saw. menjelaskan bahwa peringatan tersebut merupakan hal yang dibenarkan oleh Allah Swt.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah ra., Nabi Muhammad bersabda:
"Jibril telah datang kepadaku pada malam Nisfu Syaban lalu berkata 'Wahai Muhammad, pada malam ini dibuka pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, oleh karena itu, bangunlah dan dirikanlah salat, serta angkatlah kepalamu dan kedua tanganmu ke langit (Berdo'a)'. Kemudian Nabi bertanya: 'Apakah arti malam ini?'. Jibril pun menjawab: 'Malam ini telah dibuka 300 pintu rahmat dan pintu ampunan, Allah Swt. akan mengampuni dosa sekalian yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Kecuali seorang ahli sihir. Tukang ramal. Orang yang suka bermusuhan. Orang yang suka mengadu domba. Pemabuk. Orang yang durhaka pada kedua orang tuanya. Dan orang yang memutuskan silaturahim. Mereka tidak akan diampuni oleh Allah Swt.’”
Sejak saat itu, kemudian umat Islam turut memperingati malam Nisfu Syaban sebagai salah satu malam istimewa.
