Mengenal Self Harm: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

20 Mei 2024 20:05 WIB

Narasi TV

Perilaku self harm adalah gejala gangguan mental yang harus ditangani. Sumber: Freepik

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Margareth Ratih. F

Banyak yang bertanya-tanya apa itu self harm? Istilah yang sedang populer di kalangan milenial  ini adalah gambaran sebuah perilaku yang menyakiti diri sendiri.

Adanya kebencian dalam diri dan kekecewaan yang begitu besar mampu memicu hal itu. Perilaku tersebut dilakukan bertujuan untuk mengatasi rasa tertekan dalam diri dan luka emosional yang tak kunjung terobati.

Umumnya, perilaku yang dapat dikatakan bagian dari self harm adalah bila seseorang dengan sengaja dan sadar melakukan suatu tindakan yang memicu rasa sakit serta kerusakan pada bagian tubuhnya.

Tindakan yang dimaksud menyakiti tubuhnya ialah menyanyat kulit dengan menggunakan benda tajam, membakar kulit dengan rokok atau bara api, dan menggaruk kulit sehingga menimbulkan luka.

Bahkan tidak hanya itu, tak sedikit dari mereka yang menyiksa tubuhnya dengan cara mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan dan meminum alkohol. Namun, ada juga yang sengaja melakukan hubungan seks bebas dengan cara tidak aman.

Apa Itu Self Harm?

Self-harm adalah tindakan menyakiti diri sendiri secara sengaja, baik secara fisik maupun emosional. Ini bukan upaya bunuh diri, melainkan cara untuk mengatasi emosi yang intens atau situasi yang sulit. 

Penyebab Self Harm

Bagi penderitanya, melakukan self harm mampu membantu dirinya mengekspresikan perasaan yang terpendam dan tidak mampu untuk diungkapkan.Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang melakukan self harm. 

  • Pelecehan Seksual Sewaktu Kecil

Ada hubungan erat antara pelecehan seksual di masa kecil dan terjadinya perilaku self harm pada saat sudah menginjak usia dewasa. Pelecehan seksual yang terjadi pada masa kecilnya mendorong risiko mengalami depresi dan melakukan self harm menjadi sebuah pilihan untuk melampiaskannya.

  • Kebencian dan Kekecewaan Diri Sendiri

Bagi seseorang yang tidak memiliki rasa percaya diri dan menganggap dirinya rendah tentu akan memicu kebencian terhadap dirinya sendiri. Hal ini termanifestasi dalam tindakan self harm.

  • Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial yang tidak mendukung menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan self harm. Lingkungan yang dimaksud bisa saja keluarga, tempat kerja, teman, sahabat, atau kerabat.

  • Stres yang Menumpuk

Stres yang menumpuk menjadi salah satu penyebab dari adanya perilaku self harm seseorang. Stres yang menumpuk sampai tidak bisa ditoleransi lagi dapat mendorong seseorang untuk melakukan hal tersebut sebagai bentuk melepas stres yang ia rasakan.

Mengapa Seseorang Melakukan Self-Harm?

Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan self-harm. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Mengatasi emosi yang intens: Self-harm dapat menjadi cara untuk melepaskan rasa sakit emosional, kemarahan, kesedihan, atau kecemasan yang luar biasa.
  • Merasa mati rasa: Beberapa orang melukai diri sendiri untuk merasakan sesuatu, terutama jika mereka merasa mati rasa atau terputus dari emosi mereka.
  • Menghukum diri sendiri: Self-harm dapat menjadi cara untuk menghukum diri sendiri karena merasa tidak berharga atau bersalah.
  • Mengontrol situasi: Bagi beberapa orang, self-harm adalah cara untuk merasa memiliki kendali atas sesuatu dalam hidup mereka yang terasa kacau.
  • Trauma masa lalu: Pengalaman traumatis seperti pelecehan atau kekerasan dapat meningkatkan risiko self-harm.

Cara Mengatasi Self-Harm

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang dengan self-harm, penting untuk mencari bantuan. Ada banyak cara untuk mengatasi self-harm, termasuk:

  • Terapi: Terapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi dialektis perilaku (DBT) dapat membantu seseorang memahami pemicu self-harm mereka dan mengembangkan keterampilan koping yang sehat.
  • Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, obat-obatan seperti antidepresan atau obat anti-kecemasan dapat membantu mengurangi gejala yang berkontribusi pada self-harm.
  • Kelompok pendukung: Bergabung dengan kelompok pendukung dapat memberikan rasa komunitas dan dukungan dari orang lain yang memahami apa yang Anda alami.
  • Mencari dukungan dari orang terdekat: Bicaralah dengan teman, keluarga, atau orang dewasa tepercaya tentang apa yang Anda alami.

Mencegah Self-Harm

Mencegah self-harm melibatkan mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mengembangkan keterampilan koping yang sehat. Beberapa strategi pencegahan meliputi:

  • Mengenali pemicu: Identifikasi situasi atau emosi yang memicu keinginan untuk melukai diri sendiri.
  • Mengembangkan keterampilan koping alternatif: Temukan cara sehat untuk mengatasi emosi yang intens, seperti berolahraga, menulis jurnal, atau berbicara dengan seseorang.
  • Mencari dukungan: Jangan takut untuk meminta bantuan dari profesional kesehatan mental, kelompok pendukung, atau orang terdekat.

Penting untuk diingat bahwa pemulihan dari self-harm membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan menyerah pada diri sendiri. Dengan dukungan yang tepat, Anda bisa mengatasi self-harm dan menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR