Love at First Sight adalah sebuah film romantis komedi terkini yang mengisahkan kisah cinta pada pandangan pertama yang dipertemukan, namun juga dipisahkan oleh takdir.
Film ini mengisahkan Hadley Sullivan (Haley Lu Richardson), seorang warga negara Amerika Serikat, dan Oliver Jones (Ben Hardy), seorang pria Inggris, yang bertemu pertama kali di bandara dan jatuh cinta setelahnya.
Love at First Sight adalah hasil adaptasi dari sebuah novel terkenal berjudul The Statistical Probability of Love at First Sight (2011) karya Jennifer E. Smith.
Film ini tidak hanya menonjolkan unsur romantis, tetapi juga membumbui dengan elemen komedi dan drama.
Oleh karena itu, film ini tidak hanya menceritakan perjalanan cinta Hadley dan Oliver, melainkan juga mengangkat isu-isu keluarga dan kehidupan pribadi keduanya.
Selain Haley Lu Richardson dan Ben Hardy sebagai pemeran utama, film ini juga melibatkan Rob Delaney, seorang komedian dan aktor terkenal. Jameela Jamil juga hadir sebagai narator yang mengisi cerita para pemeran utama.
Serial ini disutradarai oleh Vanessa Caswill berdasarkan naskah yang ditulis oleh Katie Lovejoy dan Jennifer E. Smith. Love at First Sight dapat disaksikan melalui layanan Netflix.
Sinopsis film Love at First Sight (2023)
Cerita dimulai dengan Hadley Sullivan, yang berusia 20 tahun, salah membaca jadwal penerbangan, sehingga tiba di tempat check-in dalam waktu yang sangat mepet, membuatnya tidak dapat melakukan boarding sesuai jadwal.
Awalnya, ia bermaksud pergi ke London untuk menghadiri pernikahan ayahnya.
Kebingungannya ini memaksa Hadley untuk memesan tiket baru untuk penerbangan berikutnya, yang ternyata hanya tersedia dalam kelas bisnis.
Meskipun begitu, ia memutuskan untuk tetap membeli tiket tersebut.
Kejadian apes ini ternyata menjadi awal dari pertemuan Hadley dengan Oliver Jones, seorang mahasiswa matematika berusia 22 tahun dari Yale, di ruang tunggu bandara.
Pertemuan mereka dimulai dari kebutuhan charger dan baterai handphone Hadley yang hampir habis.
Setelah itu, mereka berbincang-bincang dan menyadari bahwa mereka memiliki banyak kesamaan, mulai dari penerbangan ke London hingga hal-hal yang tidak mereka sukai, seperti mayones.
Merasa nyaman satu sama lain, mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan makan bersama hingga hampir terlambat untuk naik pesawat.
Seolah-olah sudah ditakdirkan bersama, ketika di pesawat, kursi asli Oliver di kelas ekonomi bermasalah, sehingga ia dipindahkan ke kursi kosong yang ternyata bersebelahan dengan Hedley.
Perjalanan Oliver dan Hadley akhirnya penuh dengan canda dan tawa, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Keduanya menjadi sangat dekat hingga Hedley curhat pada Oliver tentang perasaannya yang membenci ayahnya karena meninggalkan ibunya.
Setelah mendarat, keduanya harus berpisah. Oliver menuliskan nomornya di ponsel Hadley dan memintanya untuk mengirim pesan kepadanya.
Sayangnya, Hedley tanpa sengaja menjatuhkan ponselnya dan membuatnya mati. Nomor Oliver pun belum sempat tersimpan di ponselnya.
Akhirnya, Hadley pergi menghadiri pernikahan ayahnya dengan perasaan gundah karena tidak bisa menghubungi Oliver.
Di tengah acara pernikahan tersebut, Hadley secara tidak sengaja mendengar bahwa sekelompok tamu akan pergi lebih awal untuk menghadiri upacara peringatan di Peckham House.
Mendengar nama lokasi tersebut, Hadley langsung mengenali tempat tersebut karena Oliver sebelumnya sempat menyebutkan bahwa ia akan mengunjungi tempat itu di London untuk sebuah acara keluarga.
Hedley segera menuju ke Peckham House dan berhasil bertemu dengan Oliver di sana. Mereka berdua akhirnya dapat berbincang dan berbagi cerita.
Namun, pertemuan singkat ini disertai dengan kesalahpahaman, dan mereka harus berpisah sekali lagi dengan perasaan penyesalan. Beberapa saat kemudian, Oliver menemukan keberadaan Hadley, namun ragu untuk menemuinya.
