Sinopsis Mumbai Mafia: Police Vs The Underworld, Dokumenter Penumpasan Gangster India

10 Januari 2023 17:01 WIB

Narasi TV

Poster film Mumbai Mafia: Police vs The Underworld. (Sumber: Netflix.com)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Film dokumenter Mumbai Mafia: Police vs The Underworld telah dirilis di platform streaming Netflix pada 6 Januari 2023 lalu.

Film dokumenter ini menampilkan peristiwa penumpasan gangster di Mumbai, India pada medio 90-an.

Disutradarai oleh Francis Longhurst dan Raghav Dar, Mumbai Mafia: Police vs Underworld menampilkan wawancara dengan saksi hidup dari peristiwa yang memakan ribuan korban jiwa tersebut.

Sejumlah tokoh yang terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut seperti Ravindra Angre, A.A. Khan, dan Shyam Kishore diwawancarai untuk merekonstruksi kengerian Kota Mumbai yang kala itu masih bernama Bombay.

Mendapat skor 6.5 dari 10 di situs IMDb, film dokumenter berdurasi 87 menit ini dapat disaksikan melalui aplikasi Netflix.

Sinopsis Mumbai Mafia: Police vs The Underworld (2023)

Seiring berkembangnya kota Bombay (sekarang Mumbai) menjadi kota besar pada tahun dekade 80-an dan 90-an, kejahatan ikut berkembang dalam sudut-sudut kota.

Periode tersebut menjadi era kebangkitan gangster D-Company, organisasi kejahatan yang dipimpin oleh Dawood Ibrahim, seorang anak polisi yang menjadi gangster terkemuka di India.

Bermula dari bisnis penyelundupan narkoba, Dawood Ibrahim dan organisasi bentukannya kemudian memekarkan bisnis kejahatannya dalam berbagai bidang seperti jual-beli properti ilegal, pemalsuan uang, penyelundupan narkoba, hingga jual-beli senjata api.

Setelah menyingkirkan Pathan, organisasi kriminal lain yang besar di Bombay, lewat perang senjata pada 1987, cengkraman Dawood Ibrahim di kota tersebut menjadi kian membesar.

Sepanjang dekade 90-an, organisasi bikinan Dawood Ibrahim tersebut memiliki kekuasaan yang sangat besar di Bombay. Ia memiliki otoritas dalam banyak perusahaan besar hingga bintang film.

D-Company diduga menjadi dalang sejumlah kejahatan besar seperti pengeboman yang menewaskan 257 orang pada 1993 dan pembunuhan produser musik Bollywood Gulshan Kumar.

Era itulah yang digambarkan dalam film Mumbai Mafia: Police vs The Underworld. Kejahatan yang kian merajalela membuat publik kota Bombay ketakutan.

Tingginya angka kejahatan dan terorisme yang terjadi di Bombay membuat publik kota tersebut mulai menyangsikan peran polisi dalam menjaga kedamaian.

Kemudian, terdapat tiga polisi yang kemudian memulai perang melawan organisasi kejahatan tersebut. Ketiga polisi tersebut adalah Pradeep Sharma, Ravindra Angre, dan Aftab Ahmed Khan alias A.A. Khan.

Kekacauan yang timbul karena D-Company, juga rendahnya kepercayaan publik terhadap instansinya, kemudian membuat tiga polisi tersebut memilih jalan main hakim sendiri.

Ketiganya mulai menembak mati orang-orang yang diduga menjadi anggota D-Company tanpa proses peradilan. 

Pradeep Sharma dan Ravindra Angre dalam kesaksiannya dalam film ini mengaku telah menembak mati lebih dari 100 orang yang mereka percaya sebagai anggota gengster.

Sedikit demi sedikit, niat mulia tiga polisi tersebut berubah mendekati garis batas antara menegakkan keadilan dan kesewenang-wenangan.

Melalui rekaman video dan gambar asli Mumbai di era tersebut, Mumbai Mafia: Police vs The Underworld menampilkan chaos yang dialami publik Mumbai kala itu.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR