Advertisement

Strategi Kampanye 3 Paslon Pilgub Jakarta: Adu Tagline hingga Blusukan

03 October 2024 18:31 WIB

thumbnail-article

Tiga calon cagub dalam Pilkada Jakarta 2024 (dari kiri): Ridwan Kamil, Dharma Pongrekun, Pramono Anung. (Sumber: Istimewa) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Masa kampanye pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta sudah berlangsung. Ketiga pasangan calon (paslon) mulai bergerilya menjalankan strategi kampanyenya untuk menarik hati masyarakat. Penasaran dengan strategi kampanye ketiga paslon Pilgub Jakarta? Simak penjelasannya berikut ini!

Ketiga paslon gubernur-wakil gubernur Jakarta mulai menjalankan aksinya untuk merebut hati masyarakat lewat kampanye. Masa kampanye ini berlangsung sejak pengumuman nomor urut yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta. Hal tersebut terhitung mulai 25 September hingga 23 November 2024.

Masing-masing paslon sudah terlihat blusukan ke banyak wilayah di Jakarta. Mereka memaparkan program yang akan direalisasikan jika terpilih dan menang dalam kontestasi Pilgub Jakarta 2024. 

Jika dicermati, setiap paslon mengambil langkah yang berbeda dalam berkampanye. Hal ini terlihat sejak hari pertama kampanye, masing-masing menjalankan strategi yang berbeda untuk menggaet hati pemilih di Jakarta.

Mengutip Kompas.id, paslon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono menggali sejarah tokoh Jakarta dari pusaranya. Paslon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana menyerap aspirasi warga di ruang publik. Sementara paslon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno menyambangi basis suara lawannya.

Lantas, bagaimana strategi kampanye ketiga paslon dalam Pilgub Jakarta?

Adu tagline dan visi

Tagline, visi, dan misi menjadi komponen penting yang harus terus disosialisasikan kepada publik. Tagline membantu masyarakat untuk memahami apa yang menjadi visi dan misi masing-masing paslon dalam kalimat yang singkat.

Paslon Ridwan Kamil-Suswono memperkenalkan tagline “Jakarta Baru Jakarta Maju”. Paslon yang dikenal dengan nama RIDO ini mengusung visi “Jakarta Kota Global yang Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”.

Lain halnya dengan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang memperkenalkan tagline “Jakartaku Aman”. Hal ini selaras dengan visi mereka: “Menjadikan Jakarta sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Global yang Aman melalui Reformasi Jati Diri demi Terwujudnya Rakyat yang Beradab, Harmoni, Mandiri, Makmur, dan Bahagia”.

Sementara pasangan Pramono Anung-Rano Karno memperkenalkan tagline “Jakarta Menyala, Kagak Ribet Dah”. Visi dari paslon ini adalah “Menuju Provinsi DKJ sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global Berdaya Saing untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan dan Berkelanjutan”.

Blusukan di tempat berbeda

Pada hari ketiga kampanye, masing-masing paslon memiliki agenda blusukan yang berbeda. Suswono sebagai cawagub nomor urut 1 mengunjungi salah satu pasar di Kemayoran, Jakarta pada Jumat (27/9).

Calon gubernur nomor urut 2, Dharma Pongrekun berkunjung ke Rusun Komarudin, Rusun Pinus, dan Rusunawa Penggilingan untuk bertemu warga dan bersosialisasi. Setelah itu, ia merapat ke Kampung Melayu, Jakarta Selatan.

Lain halnya dengan Kun Wardana yang memulai kampanye dari Kampung Rawa, Jakarta Pusat. Ia kemudian berpindah ke Tambora, Jakarta Barat, kemudian ke Manggarai, Jakarta Selatan, dan Semper Barat Cilincing, Jakarta Utara. 

Pramono sebagai calon gubernur nomor urut 3 diagendakan menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Al Ikhsan, Cipete. Setelah itu, Pramono menghadiri Bazar Minyak di Penjagalan dan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara Rano Karno, calon wakil gubernur nomor urut 3 dijadwalkan giat Deklarasi Relawan Anies for Si Doel di Hotel Samala, Cengkareng. Setelah itu, Rano Karno bersilaturahmi dengan tokoh NU Betawi KH Mahmuddin di Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement