Advertisement

Tanda Tubuh Kekurangan Zinc dan Mengapa Ia Tak Boleh Diabaikan Begitu Saja

11 January 2025 20:48 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi rambut rontok sebagai salah satu tanda tubuh kekurangan zinc. (Foto: Freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Zinc adalah mineral yang memiliki peranan penting bagi fungsi tubuh. Salah satu fungsi vital zinc adalah dukungannya terhadap sistem kekebalan tubuh. Lalu bagaimana jika kita kekurangan zinc, sinyal apa yang akan diberikan tubuh?

Peran vital zinc dalam sistem kekebalan tubuh, seperti yang dijelaskan di atas, adalah perannya dalam melawan infeksi dan penyakit.

Zinc ternyata berkontribusi dalam memproduksi sel-sel imun, serta meningkatkan respons tubuh terhadap vaksin dan infeksi. Tanpa cukup zinc, sistem kekebalan tubuh dapat melemah, menyebabkan individu lebih rentan terhadap penyakit.

Peran zinc dalam penyembuhan luka juga sangat penting. Zinc membantu mempercepat proses penyembuhan dengan mendukung pembentukan kolagen, yang diperlukan untuk regenerasi kulit dan jaringan.

Ini sangat penting bagi mereka yang mengalami luka, baik fisik maupun pasca operasi, karena tubuh memerlukan cukup zinc untuk memperbaiki kerusakan jaringan dan mempercepat penyembuhan.

Tak hanya itu, zinc juga jadi mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan anak, bahkan sejak dalam kandungan.

Kekurangan zinc pada anak dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan mental mereka.

Ketika anak-anak tidak mendapatkan cukup zinc, mereka mungkin mengalami keterlambatan pertumbuhan, masalah berat badan, dan bahkan keterlambatan dalam mencapai pubertas.

Memangnya, apa tanda tubuh kekurangan zinc?

Dinukil layanan kesehatan Australia, Healthdirect, kekurangan zinc dapat menunjukkan berbagai gejala yang bisa diidentifikasi.

Salah satu gejala awal yang menyertai kekurangan ini adalah perubahan kulit yang menyerupai eksim.

Kulit dapat menjadi kering dan pecah-pecah, dengan penampilan 'glazed' yang menyerupai permukaan yang halus atau mengkilap.

Perubahan ini biasanya muncul pertama kali di sekitar mulut, area popok, dan tangan. Penggunaan pelembap atau krim steroid tidak akan memberikan perbaikan yang signifikan.

Rambut rontok dan masalah kulit lainnya juga menjadi gejala umum dari kekurangan zinc.

Individu yang mengalami kekurangan mungkin melihat penipisan rambut yang signifikan serta perubahan pada tekstur dan kesehatan kulit mereka.

Selain itu, dampak pada indera penciuman dan perasa bisa menjadi pertanda bahwa tubuh tidak mendapat cukup zinc. Mereka mungkin mengalami kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa dan bau, yang dapat memengaruhi selera makan dan kualitas hidup.

Penyebab umum tubuh kekurangan zinc

Meskipun kekurangan zinc jarang terjadi, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini. Salah satunya adalah masalah medis yang memengaruhi penyerapan zinc dari makanan.

Beberapa gangguan pencernaan, seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn, dapat mengganggu proses penyerapan mineral di usus. Diet yang rendah zinc juga menjadi penyebab umum.

Untuk itu, penting untuk memerhatikan pemenuhan nutrisi zinc dalam pola makan. Makanan yang kaya akan zinc seperti daging merah, unggas, seafood, dan produk susu perlu diperhatikan.

Sementara untuk sumber nabati, beberapa biji-bijian dan kacang-kacangan dapat jadi sumber zinc alami, tetapi bentuk zinc dalam makanan nabati biasanya kurang mudah diserap oleh tubuh.

Dampak tubuh kekurangan Zinc

Kekurangan zinc tidak hanya mempengaruhi kesehatan jangka pendek, tetapi juga dapat memiliki risiko jangka panjang. Salah satu dampak paling signifikan adalah pada pertumbuhan dan pubertas anak.

Kekurangan zinc dapat menyebabkan anak mengalami pertumbuhan yang terhambat serta penundaan dalam mencapai fase pubertas. Ini dapat berdampak pada perkembangan fisik dan emosional mereka di masa depan.

Meningkatnya risiko infeksi dan penyembuhan lambat adalah konsekuensi lain dari kekurangan zinc.

Dengan sistem kekebalan yang melemah, individu yang menderita kekurangan zinc lebih rentan terhadap berbagai infeksi, yang bisa berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius. Waktu penyembuhan luka pun dapat melambat, menyebabkan rasa sakit yang berkepanjangan dan risiko komplikasi yang lebih besar.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement