Advertisement

Tips Menjaga Kesehatan Mental Perempuan Gen Z yang Rentan Alami Stress saat Bekerja

03 April 2023 13:40 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi pekerja perempuan yang kelelahan. Sumber: Freepik. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Banyak perempuan gen Z yang mengalami stress dan burn out belakangan waktu ini. Akibatnya, mereka mengalami kelelahan mental. Belum lagi ketidaksetaraan gender juga menjadi faktor kelelahan tersebut.

Menurut Future Forum, perempuan dan pekerja di bawah 30 tahun rentan mengalami kelelahan mental. Hal tersebut selaras dengan penelitian yang dilakukan Future Forum bahwa 46% perempuan melaporkan tingkat kelelahan lebih tinggi dibanding laki-laki yang hanya sekitar 37%.

Perempuan cenderung memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan waktu terbatas. Anggapan bahwa perempuan lebih bisa multitasking seolah mewajarkan beban tersebut kepada perempuan.

Belum lagi masalah ketimpangan gender di dunia kerja yang menambah daftar panjang penyebab kelelahan mental perempuan gen Z.

Berikut penyebab perempuan gen Z alami kelelahan mental selama bekerja:

  • Minim potensi perkembangan karier

Anggapan bahwa perempuan tidak pantas memimpin suatu pekerjaan tentu menghambat perkembangan karier perempuan. 

Belum lagi dalam budaya patriarki, perempuan dianggap lebih baik melakukan pekerjaan domestik sehingga mereka tidak akan total dalam menjalani aktivitas sebagai perempuan berkarier.

  • Upah rendah

Menurut survei dari International Labour Organization (ILO) tahun 2019, 20% pekerja perempuan di seluruh dunia masih mendapat upah lebih rendah daripada laki-laki.

Apabila perempuan ingin mendapat upah yang setara atau lebih tinggi dari laki-laki, mereka harus bekerja lebih lama hingga mencapai jenjang karier tertinggi. 

Padahal, kesempatan berkarier bagi perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak pun tidak banyak. Alasannya karena perempuan juga memiliki beban domestik yang harus dilakukan sehingga kebanyakan memutuskan untuk resign dari pekerjaan.

  • Emotional labor

Perempuan seringkali harus mengesampingkan perasaan dan emosinya demi profesionalitas. Mereka harus tampil baik seolah tidak masalah dengan tekanan pekerjaan yang ada.

Hal tersebut juga menjadi akibat dari anggapan bahwa perempuan mudah terbawa perasaan sehingga sulit untuk bekerja secara profesional. Padahal perasaan tidak nyaman itu wajar terjadi dalam melakoni pekerjaan.

  • Banyak peran yang harus dijalankan

Seperti yang sudah dijelaskan, perempuan dituntut untuk bertanggung jawab dengan pekerjaan domestik. Alhasil, mereka mudah mengalami stress lantaran banyak peran yang harus diselesaikan, mulai dari menjadi perempuan berkarier hingga ibu rumah tangga.

Kelelahan mental tersebut mampu memicu gangguan fisik dan emosional seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, keinginan menangis, dan emosi yang tidak stabil.

Tips menjaga kesehatan mental

Setelah mengetahui penyebab perempuan mengalami kelelahan mental, berikut tips untuk menjaga kesehatan mental perempuan gen Z agar tidak lelah berkepanjangan:

  • Kenali perasaan sendiri

Perempuan perlu waktu untuk mengenali perasaan sendiri dan menerimanya. Setelah itu, validasi emosi tersebut dengan cara merefleksikannya. Memang perlu waktu yang tidak singkat untuk bisa mengenali dan menerima perasaan tersebut. Namun, hal ini penting dilakukan agar perempuan bisa lebih optimis dalam menghadapi masalah dan menjalani kehidupan.

  • Ikut berperan

Tak sedikit perempuan yang berperan untuk menginisiasi gerakan tertentu atau menjadi pemimpin. Dengan menjadikan pengalaman mereka sebagai inspirasi, maka para perempuan dapat saling menghargai peran yang dimainkan dan mendukung satu sama lain.

  • Akui pencapaian

Dengan mengakui pencapaian perempuan, maka mereka akan merasa lebih dihargai. Mereka juga akan semakin bersemangat untuk mengeksplorasi diri agar kemampuannya semakin terasah.

  • Hindari perasaan sedang bersaing

Persaingan cenderung membuat seseorang berambisi untuk mendapatkan sesuatu. Tak jarang mereka akan melakukan apapun yang dapat membahayakan.

Alih-alih sedang bersaing, justru perempuan harus menumbuhkan perasaan ingin memberi dampak bagi orang lain. Dengan begitu, maka perempuan bisa lebih bebas mengeksplorasi diri dan tidak terbebani secara mental.

  • Bijak bermedia sosial

Terakhir yaitu bijak bermedia sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial dapat membuat perempuan merasa insecure atas sesuatu yang dimiliki orang lain. Belum lagi tekanan-tekanan di media sosial yang mampu mempengaruhi perasaan dan kesehatan mental perempuan.

***

Yuk, follow Instagram WMNLyfe untuk tahu berita-berita penting tentang perempuan lainya!

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement