12 Tradisi Ramadhan di Indonesia yang Masih Eksis hingga Sekarang

8 Maret 2024 20:03 WIB

Narasi TV

Personel Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad melaksanakan tradisi bersih diri untuk menyambut Ramadan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (22/3/2023). Tradisi bersih diri ini ditemui di berbagai daerah di Indonesia jelang Ramadan. (ANTARA/HO Dispen Lanud RSA)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Ramadhan di Indonesia tidak hanya bermuatan agama, tetapi juga tradisi.

Sebut saja lahirnya pasar Ramadhan atau kebiasaan salat tarawih berjamaah, kebiasaan-kebiasaan tersebut kemudian menjadi tradisi unik dan seru yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Tradisi-tradisi tersebut membuat bulan Ramadan di Indonesia tidak hanya terkesan spiritual, tetapi juga meriah.

Tradisi bulan Ramadan di Indonesia

Berikut ini merupakan tradisi Ramadan di berbagai daerah di Indonesia yang masih terus dilakukan hingga sekarang.

1. Tradisi Megengan di Surabaya

Tradisi ini terjadi di kalangan masyarakat Surabaya, Jawa Timur. Mereka akan melakukan upacara selamatan kecil-kecilan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan. 

Perayaan ini pada umumnya dilakukan di masjid, surau, atau tempat berkumpul lainnya dengan disertai menu wajib yakni kue apem.

2. Tradisi Nyadran di Jawa Tengah

Tradisi Nyadran yang terjadi di Jawa Tengah biasanya dilakukan jelang Ramadan. Pada tradisi ini masyarakatnya umumnya akan melakukan ziarah kubur, selamatan, makan bersama, bersih desa atau makam, hingga sedekah bumi.

Tradisi Nyadran tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, beberapa daerah lainnya seperti Yogyakarta, sebagian wilayah Jawa Timur, dan Lampung juga menjalani tradisi ini.

3. Tradisi Dugderan di Semarang

Selain Nyadran, Jawa Tengah juga memiliki tradisi unik lainnya. Misalnya tradisi Dugderan di Semarang. 

Dugderan adalah pesta rakyat untuk menyambut bulan Ramadan yang mempersatukan semua golongan.

4. Tradisi Padusan di Boyolali

Masih seputar Jawa Tengah, tepatnya daerah Boyolali, terdapat tradisi Ramadan yang bernama Padusan. 

Tradisi ini diyakini sebagai cara untuk menyucikan diri. Masyarakat akan mandi atau berendam di beberapa sumber mata air yang dianggap keramat.

5. Tradisi Munggahan di Jawa Barat

Tradisi Munggahan biasanya dilakukan oleh masyarakat Sunda seminggu atau dua minggu sebelum datangnya bulan suci Ramadan. 

Masyarakat akan saling bermaafan, makan bersama, dan tak lupa untuk memanjat doa agar ibadah puasa diberikan kelancaran.

6. Tradisi Nyorog di Betawi

Tradisi Nyorog biasanya dilakukan oleh masyarakat Betawi menjelang bulan puasa. 

Dalam tradisi ini, orang yang lebih muda akan memberikan bingkisan kepada yang lebih tua untuk menghormatinya sembari menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

7. Tradisi Megibung di Karangasem, Bali

Meski masyarakat Bali mayoritas beragama Hindu, akan tetapi masyarakat Islam yang hidup di sana mendapat kebebasan untuk melakukan tradisi keagamaan.

Tradisi Megibung, misalnya, yang dilakukan umat muslim di daerah Karangasem, Bali pada setiap menjelang Ramadhan

8. Tradisi Meugang di Aceh

Kebiasaan masyarakat Aceh jelang satu hari Ramadan ialah mereka akan memasak daging untuk kemudian dimakan bersama keluarga. 

Selain itu mereka akan mengundang masyarakat yang kurang mampu untuk menyantap makanan tersebut.

9. Tradisi Malamang di Sumatera Barat

Masyarakat Minangkabau memiliki kebiasaan unik jelang menyambut Ramadan, mereka akan membuat lemang secara bersama. 

Setelah lemang matang, pada malam harinya mereka akan melakukan syukuran dan beroda bersama.

10. Tradisi Balimau di Sumatera Barat

Masyarakat Minangkabau juga memiliki tradisi lain menyambut Ramadan, yakni Balimau. 

Masyarakat akan berbondong-bondong ke sebuah tempat pemandian atau sungai untuk mandi menggunakan air jeruk nipis sebagai pengganti sabun. Hal itu bertujuan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

11. Tradisi Ziarah Kubro di Palembang

Masyarakat Palembang memiliki kebiasaan dalam menyambut Ramadan dengan cara Ziarah Kubro. 

Masyarakat umumnya akan melakukan ziarah kubur massal ke para tokoh agama, mulai dari para wali yang turut menyebarkan agama Islam hingga ulama setempat.

12. Pacu Jalur di Riau

Riau menjadi daerah yang sejauh ini masih kental dengan adat istiadat Melayu. 

Saat menyambut Ramadhan mereka akan melakukan tradisi Pacu Jalur. Dalam tradisi ini masyarakat akan lomba adu cepat dayung di sungai.

Setelah selesai lomba pacu jalur, pada bagian penutup acara biasanya masyarakat akan melakukan tradisi Balimau. 

Mandi menggunakan jeruk nipis sebagaimana yang sering dilakukan oleh masyarakat Pulau Sumatra.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR