Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono meninggal dunia pada Kamis (10/8/2023) pukul 10.29 WIB. Kabar ini disampaikan oleh Sekretaris Keuskupan Surabaya Paulus Febrianto.
“Kami menyampaikan kabar duka bahwa Bapa Vincentius Sutikno Wisaksono meninggal dunia pada pukul 10.29 WIB,”tulis Paulus dalam keterangannya di Instagram Keuskupan pada Kamis siang.
Ia sempat dirawat secara intensif di ICU sejak 4 Agustus lalu. Sayangnya, kondisinya terus menurun. Para romo dan suster pun berdoa untuk Uskup. Namun, takdir berkata lain. Uskup menghembuskan nafas terakhirnya di ICU Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya.
Vikaris Pastoral Keuskupan Surabaya Agustinus Tri Budi Utomo menyebut Mgr. Vincentius Sutikno mengalami sakit gangguan prostat selama lebih dari lima tahun. Sebelumnya, ia sudah memiliki komorbid kencing manis, liver kronis, sirosis hepatis, dan lambung kronis.
“Sudah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya pertama 2017. Pada pemeriksaan itu ditemukan kanker prostat,” ujar Agustinus dalam konferensi pers pada Kamis (10/8/2023) sore.
Mgr. Vincentius rutin menjalani pengobatan baik di dalam maupun luar negeri. Kondisinya sempat membaik, hingga akhirnya ia terserang virus Covid-19 pada 2021. Kondisi kesehatannya semakin memburuk sejak saat itu.
“April 2022, Uskup kembali menjalankan pengobatan lanjutan ke Singapura, disarankan pengobatan radio isotop untuk kanker prostat,”ujar Agustinus.
Setelah itu, kondisi kesehatannya kembali membaik sehingga Mgr. Vincentius bisa beraktivitas seperti semula. Sayangnya, pada Maret 2023, ia kembali dirawat inap di RKZ lantaran ada metastasis di bagian tulang belakang.
Pada 26 Juli 2023, Mgr. Vincentius sempat kembali ke Wisma Keuskupan. Tak berselang lama, ia kembali dirawat di rumah sakit karena ada indikasi infeksi paru-paru. Kondisinya pun semakin memburuk hingga akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir.
Profil Uskup Surabaya
Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono lahir pada 26 September 1953 di Surabaya. Ia menjabat sebagai Uskup Surabaya sejak 29 Juni 2007. Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota presidium Konferensi Waligereja Indonesia periode 2009-2012.
Sebagai seorang Uskup, ia dikenal sebagai orang yang terbuka dan senang bercanda secara spontan. Ia juga sangat mencintai seni. Hal ini terbukti dengan hobi Mgr. Vincentius yaitu menggambar, mematung, hingga menyukai mobil Taft 1982.
“Orangnya memberikan kepercayaan yang besar pada wakilnya. Beliau adalah Uskup pertama asli Surabaya yang menjabat di Surabaya,”ujar Agustinus.
