Advertisement

Ramai Dokumenter Ice Cold, Video Ayah Mirna Salihin Keceplosan Punya Botol Sianida Mendadak Viral

06 October 2023 11:56 WIB

thumbnail-article

Edi Darmawan Salihin, dalam film dokumenter garaoan Netflix "Ice Cold." Sumber: Netflix. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh Jessica Kumala Wongso kembali mencuat ke permukaan usai tayangnya film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso

Baru-baru ini, beredar video lama potongan wawancara ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin, di media sosial. 

Dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta itu, Edi tak sengaja menyebut bahwa dirinya memiliki botol racun sianida di rumahnya. Edi kemudian buru-buru meralat pernyataannya tersebut. 

“Saya ada botolnya tuh, yang dipakai ngeracun. Kelihatan mirip,” kata ayah Mirna dalam wawancara tersebut. 

Presenter acara yang tampak terkejut kemudian mengonfirmasi apakah Edi benar-benar memiliki botol racun sianida. 

Edi lantas meralat pernyataannya bahwa botol yang ia maksud adalah botol parfum, bukan botol racun sianida. 

“Enggak, saya menduga botol ini karena dari Australia. Jadi (botol itu) sampel dari parfum, kecil dan bening,” ujar Edi Darmawan. 

Edi sangat yakin botol itu digunakan untuk menampung racun sianida yang membunuh Mirna. Keyakinan itu diakuinya berasal dari instingnya yang tak pernah keliru. 

“Biasa insting saya jarang meleset ya. Ini bukan dukun, tapi saya tebak aja. Saya tidak lihat, tapi insting saya begitu,” sambung Edi. 

Edi kemudian menyebut pernyataan dari ahli toksikologi yang menyatakan bahwa dosis dalam botol tersebut sesuai.

“Waktu saya tanya kepada ahli toksikologi, segini pas enggak? (Dijawab) pas. Nah, itu saya kaget tuh. Waduh, tebakan saya benar tuh. Jumlah yang masuk yaitu 15 gram per liter air,” kata Edi menggebu-gebu. 

Edi diduga jadi suspek

Pernyataan Edi Darmawan membuat warganet berspekulasi bahwa dirinya merupakan suspek yang patut dicurigai dalam kasus kopi sianida. 

Tak sedikit pula warganet yang terang-terangan menuduh Edi sebagai dalang di balik kematian Mirna. 

Sebagai informasi, kasus kematian Mirna Salihin atau yang lebih dikenal dengan kasus kopi sianida terjadi pada 2016 silam. 

Mirna meninggal dunia usai menyesap secangkir kopi di Kafe Olivier yang terletak di mal Grand Indonesia. Jessica Wongso, kawan Mirna yang saat itu berada di lokasi bersama Mirna, menjadi tertuduh utama.

Usai melalui proses penyelidikan yang panjang dan memakan atensi media serta publik, Jessica Wongso ditetapkan sebagai pelaku atas pembunuhan berencana terhadap Mirna Salihin. Jessica dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun. 

Sementara itu, film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso menghadirkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab terkait kematian Mirna. Film itu juga menghadirkan wawancara eksklusif dengan Jessica Wongso yang saat ini masih mendekam di penjara. Namun, sayangnya petugas penjara menghentikan wawancara itu. 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement