Advertisement

Wabah Misterius Merebak di Kongo, Perlukah Khawatir?

10 December 2024 15:51 WIB

thumbnail-article

Rumah sakit di zona kesehatan Panzi, provinsi Kwango, Republik Demokratik Kongo. (AP via South China Morning Post) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

Wabah misterius yang diberi nama "penyakit X" merebak di zona kesehatan Panzi, Republik Demokratik Kongo. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sebanyak 406 kasus yang terjadi sejak 24 Oktober hingga 5 Desember 2024.

Gejala yang muncul terbilang mirip dengan flu, antara lain berupa demam, sakit kepala, batuk, hidung berair, dan nyeri tubuh.

Sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak di bawah usia lima tahun, dengan 31 kematian telah terkonfirmasi.

Wabah ini berpusat di area pedesaan terpencil di provinsi Kwango. Akses yang sulit dan terbatas ke fasilitas kesehatan, ditambah kondisi cuaca yang buruk, membuat penanganan wabah menjadi terhambat.

WHIO turun tangan

Tim respons cepat dari WHO telah dikerahkan untuk menyelidiki asal muasal penyakit ini. Sayangnya, kesulitan dalam mengakses lokasi cukup menghambat upaya untuk mengumpulkan data akurat terkait kematian yang berhubungan dengan penyakit ini.

Sejauh ini, statistik WHO menunjukkan rasio fatalitas kasus (CFR) penyakit ini mencapai 7,6 persen. Sebagai perbandingan, CFR COVID-19 berada di angka sekitar 1 persen, sementara CFR untuk wabah SARS yang melanda pada tahun 2002-2004 sebesar 10 persen.

Angka ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan influenza musiman yang biasanya memiliki rasio fatalitas di bawah 1 persen.

Selain itu, banyak pasien telah menunjukkan tanda-tanda malnutrisi, yang memperburuk kondisi mereka saat terinfeksi.

Penyebab belum diketahui

Saat ini, beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab "penyakit X" masih diteliti. Berdasarkan gejala yang tampak, WHO meyakini wabah ini dapat ditelusuri kembali ke penyebab yang telah diketahui, seperti infeksi pneumonia, influenza, COVID-19, atau campak.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan jika wabah ini merupakan gabungan dari penyakit lain yang ditularkan melalui nyamuk, seperti demam berdarah, chikungunya, dan malaria.

Terlebih, kasus malaria di area tersebut memang tergolong tinggi, sehingga ada kemungkinan turut berkontribusi dalam mewabahnya "penyakit X".

Perlukah kita khawatir?

WHO menyebut risiko penyebaran penyakit misterius ini di skala nasional tergolong sedang. Hal ini dikarenakan sifat wabah yang terlokalisasi di zona kesehatan Panzi di provinsi Kwango.

Namun, terdapat potensi penyebaran ke area tetangga, sehingga diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Adapun di skala regional dan global, risiko penyebaran "penyakit X" bisa dibilang rendah. Meski demikian, kedekatan area wabah dengan negara tetangga yakni Angola menimbulkan kekhawatiran akan potensi penularan ke luar negeri.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement