Wacana duet Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo menuai respon dari Anies Baswedan. Bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) ini menyebut agar Ganjar menjadi bagian dari koalisi dulu baru pembahasan akan berlanjut.
“Kalau partainya bukan bagian dari koalisi bagaimana mungkin bisa dibahas namanya,” ujar Anies pada Rabu (23/8/2023) dilansir dari Kompas.com.
Anies juga menyebut bahwa KPP siap berdialog untuk membuka kemungkinan partai baru bergabung dalam koalisi. Meski begitu, ia memastikan bahwa pasangan pilpres adalah orang yang berada dalam koalisinya.
Anies beranggapan wacana Anies-Ganjar ini adalah aspirasi untuk bergabung. Dari situ, KPP akan membahasnya bersama-sama karena itu termasuk pembahasan partai di dalam koalisi.
Sebelumnya, wacana duet Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mencuat menjelang pendaftaran Pilpres 2024. Menurut Ketua DPD Said Abdullah, keduanya memiliki kekuatan jika digabung. Apalagi Anies dan Ganjar sama-sama masih muda, cerdas, dan enerjik.
“Jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan,” ujar Said dilansir dari CNN Indonesia.
Pernyataan Said Abdullah berangkat dari survei Litbang Kompas yang menyatakan elektabilitas antara Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto bersaing ketat. Ganjar berada pada posisi 34,1%, Prabowo pada posisi 31,3%, sedangkan Anies berada pada posisi 19,2%.
Litbang Kompas juga merilis survei head to head elektabilitas bacapres. Apabila Ganjar Pranowo disandingkan dengan Anies Baswedan, maka elektabilitasnya adalah 60,1% untuk Ganjar dan 39,9% untuk Anies.
Klarifikasi Said Abdullah
Menyadari ucapannya memicu banyak komentar, Said Abdullah pun melakukan klarifikasi. Ia menyebut bahwa ucapan tersebut adalah bentuk dirinya yang sedang berandai-andai. Ia juga menitipkan pesan agar sesama calon presiden tidak boleh saling meremehkan.
“Orang lagi mimpi nggak boleh? Lagi berandai-andai nggak boleh,” ujar Said Abdullah dilansir dari Kompas.com.
Meski begitu, wacana duet Anies-Ganjar ini tidak dibahas dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal tersebut karena ungkapan Said Abdullah hanya pengandaian belaka yang tidak ada penghitungannya.
Said justru menyebut figur-figur potensial yang dapat menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Setidaknya ada tujuh nama yang dikantongi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Tujuh nama tersebut di antaranya ada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Andika Perkasa, dan Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
