Wacana Kemenkes Beri Vaksin HPV Gratis Bagi Perempuan Usia 21-26 Baru Terealisasi Tahun 2027

29 April 2024 20:04 WIB

Narasi TV

Proses vaksinasi HPV pada seorang siswi sekolah dasar. (Sumber: ANTARA)

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia akan memperluas sasaran vaksinasi human papilloma virus (HPV). Vaksin untuk mencegah kanker serviks ini akan diberikan secara gratis kepada perempuan usia 21-26 tahun.

Sebelumnya, Kemenkes hanya akan memberikan vaksinasi HPV kepada anak usia 15 tahun, yaitu kelas 3 SMP, kemudian menyusul imunisasi anak kelas 5 dan 6 SD. Vaksinasi ini gratis dan masuk dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Pemberian vaksin HPV ini akan berlangsung Agustus 2024 di seluruh provinsi di Indonesia. Dosis berikutnya akan diberikan pada Februari 2025.

Selain itu, Kemenkes juga membuka program vaksin kanker serviks gratis bagi perempuan usia dewasa yaitu 21-26 tahun. 

Namun, rencana ini belum bisa terlaksana dalam waktu dekat. Pihaknya juga akan mendata lebih dulu jumlah perempuan dewasa yang ingin ikut program vaksin HPV gratis.

“Untuk 21 sampai 26 tahun ini kita lemparkan ke masyarakat. Yang mau, mungkin nanti akan didata oleh puskesmas kemudian akan dikompilasi oleh Dinas Kesehatan untuk melihat kebutuhannya,” ujar Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes dr Prima Yosephine, MKM pada Kamis (25/4/2024).

Target sasarannya memang tidak sebesar anak sekolah, mengingat perempuan dewasa sudah memiliki pekerjaan masing-masing. Ada pula yang sudah menikah.

Meski begitu, pemberian vaksin kanker serviks gratis ini akan dilakukan setelah periode pertama dengan target anak-anak itu sudah mencapai 95 persen. Target tersebut direncanakan selesai pada 2027.

“Kalau imunisasi (HPV) antara 21-26 tahun itu baru di periode berikutnya,” tutup dr Prima.

Apa itu vaksin HPV?

Vaksin HPV adalah program imunisasi untuk melindungi tubuh dari human papillomavirus (HPV). Virus ini memicu pertumbuhan kanker area kelamin dan organ reproduksi yang dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Beberapa penyakit yang dapat timbul dari virus HPV yaitu kanker serviks, kanker vulva, kanker vagina, kanker penis, dan kanker anus. 

Virus HPV dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit, terutama saat berhubungan seksual.

Sebagai informasi, Indonesia menempati peringkat pertama dengan insiden kanker serviks tertinggi di Asia Tenggara. World Health Organization (WHO) pun memberikan rekomendasi kepada setiap negara untuk memasukkan vaksin HPV dalam program imunisasi nasional.

Atas rekomendasi tersebut, Kemenkes RI pun menjadikan vaksinasi HPV sebagai program wajib pemerintah yang menyasar anak-anak sebelum masuk usia remaja. Bagi kelompok usia dewasa, sekitar 27-45 tahun, perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum melakukan vaksin HPV.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR