Nabi Daud AS dikisahkan sebagai raja dengan nyali besar serta kearifannya dalam memimpin. Karakter serupa juga ditunjukkan oleh anaknya, Nabi Sulaiman AS yang memperoleh gelar “raja dari segala makhluk”.
Disematkannya gelar tersebut bukanlah tanpa sebab, kerajaan yang dipimpinnya tidak hanya meliputi manusia, tetapi juga para jin. “Nabi Sulaiman AS dianugerahi suatu kekuasaan [atau] kerajaan yang tidak dianugerahi kepada siapapun,” jelas Quraish Shihab dalam program Shihab & Shihab episode “Kisah Nabi Sulaiman AS: Tetap Taat dalam Besarnya kekuasaan”.
Bahkan, kekuasaan yang diperoleh Nabi Sulaiman AS juga berupa kemampuan dalam mengendalikan angin, “Dalam kekuasaannya, ia [Nabi Sulaiman AS] mengendalikan angin. Karena itu ada yang diistilahkan ‘permadani Nabi Sulaiman’ karena melalui itu ia dapat menerbangkan orang ke tempat-tempat yang ia kehendaki” jelas Quraish Shihab.
Nabi Sulaiman juga mengajarkan doa yang dianjurkan bisa kita lakukan sehabis sholat.
“Ya Allah, anugerahkanlah aku kemampuan untuk mensyukuri nikmat-Mu dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kedua orang tuaku, anugerahilah aku kemampuan untuk beramal sholeh yang Engkau ridhai, dan jadikanlah kebaikan itu mengalir pada anak cucuku. Aku bertobat kepada-Mu,” jelas Quraish Shihab
Hancur dan Terpecahnya Suatu Bangsa
Kisah Nabi Sulaiman AS tidak dapat dipisahkan dari Ratu Balqis, seorang ratu yang arif dan bijaksana dari negeri Saba. Dikisahkan Nabi Sulaiman AS berhasil membuat hati Ratu Balqis untuk memeluk agama Islam setelah sebelumnya menyembah matahari.
Namun, terdapat cerita Negeri Saba yang menarik untuk kita maknai dengan seksama. “Negeri Saba pada masa [tersebut] itu makmur. Tetapi masyarakatnya acuh, masyarakatnya bertengkar, masyarakatnya tidak mensyukuri nikmat. Sehingga, dijadikan oleh Tuhan bendungan yang selama ini mengaliri negeri itu hancur, dan masyarakatnya terpecah belah” ujar Quraish Shihab.
Menurut Quraish Shihab, kisah tersebut merupakan pelajaran bagi kita. “Jangan sampai nikmat Tuhan itu kita abaikan. Jangan sampai terjadi perpecahan sehingga negara kesatuan Republik Indonesia ini menjadi hancur” pungkas Quraish Shihab.
Jin Tidak Mengetahui Gaib
Kita mungkin pernah mendengar cenayang yang mampu melihat masa depan atas bantuan dari jin peliharaannya. Perkara itu terjadi karena bagi mereka jin merupakan makhluk yang mampu mengetahui hal gaib. Namun, apakah benar demikian?
“Itu semua bohong, ini terbukti dalam uraian Al-Qur’an tentang Nabi Sulaiman. Jin itu ditugaskan bekerja, Nabi Sulaiman berdiri dengan tongkatnya. Mereka tidak tahu bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal. Baru ketahuan ketika tongkatnya jatuh karena dimakan rayap. Al-Qur’an menjelaskan jika saja jin mengetahui gaib maka mereka sudah tahu bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dan akan berhenti bekerja” jelas Quraish Shihab.
Kisah itu mempertegas dalam Islam tidak mengenal istilah ramal, sebab masa depan adalah sebuah misteri atau hal gaib yang hanya Tuhan ketahui. Manusia yang bersekutu dengan jin demi memperoleh kemampuan melihat masa depan hanya sedang terjebak dalam kebohongan bangsa jin.
“Itu [kemampuan jin mengetahui hal gaib] bohong. Kalaupun benar, itu kebetulan saja.” pungkas Quraish Shihab.
Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?
Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com setiap harinya. Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.
Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!
