Tuhan sudah mengucapkan janjinya: tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Berbagai riwayat dalam Al-Qur’an mengisahkan beragam cobaan yang diberikan oleh Tuhan. Namun, salah satu kisah yang menarik untuk kita teladani bersama adalah kisah Nabi Ayyub AS. Arti nama Nabi Ayyub dalam bahasa Ibrani adalah orang yang menangis, kalau dalam bahasa Arab diartikan orang yang kembali pada Tuhan.
Cobaan yang dialami oleh Nabi Ayyub AS sangat beragam, dimulai dari cobaan menyangkut duniawi–seperti kehilangan harta–hingga jasmani. “Dia [Nabi Ayyub AS] ditimpa penyakit yang begitu keras, sehingga dilukiskan hanya lidah dan hatinya yang tidak tersentuh penyakit,” ujar Quraish Shihab.
Ujian yang dialami oleh Nabi Ayyub berlangsung tidak dalam periode waktu yang singkat. Dikisahkan dalam berbagai riwayat bahwa cobaan tersebut dialami olehnya selama 13 tahun, ada juga yang menyebut selama 18 tahun. Terlepas dari durasi pastinya, pertanyaan utamanya adalah bagaimana ia mampu bertahan di tengah cobaan yang begitu berat?
Kesabaran dan Kesetiaan Istri
Penyakit yang diderita oleh Nabi Ayyub AS saat itu membuat dirinya dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, bukan berarti ia menjalaninya seorang diri. Dikisahkan bahwa sang istri dengan setia mendampingi dan merawat Nabi Ayyub di tengah cobaan-cobaan yang menerpa dirinya.
“Pada masa itu orang-orang menghindar dari dia [Nabi Ayyub AS]. Jadi, satu-satunya yang melayani dia adalah istrinya yang sangat setia. Nabi Ayyub tidak bisa bekerja, istrinya yang bekerja memberi makan keluarga dan merawat,” terang Quraish Shihab.
Kesabaran dan kesetiaan istri Nabi Ayyub AS juga dikisahkan ketika mereka kehabisan bekal makanan, istri Nabi Ayyub AS dengan terpaksa harus menjual potongan-potongan rambutnya demi menyambung kehidupan.
Kisah itu diketahui oleh Nabi Ayyub dan membuatnya marah hingga bersumpah jika dirinya sembuh ia akan memukul istrinya sebanyak seratus kali. “Kisah ini diceritakan dalam Al-Qur’an bagaimana jalan keluar yang berikan Tuhan untuk melunasi sumpahnya itu. Dia disuruh kumpulkan seratus helai rumput, baru pukul [istrinya],’’pungkas Quraish Shihab.
Jangan Mengeluh Kepada Manusia
Hal lain yang dapat kita petik hikmah dan pelajaran dalam kasus Nabi Ayyub AS adalah bagaimana ia tidak pernah melontarkan keluhan kepada manusia. “Keluhannya disampaikan kepada Tuhan dalam kata-kata yang tidak ‘mempersalahkan Tuhan’. Jadi dia hanya mengadu,” ujar Quraish Shihab.
Namun, di balik aduan yang disampaikan olehnya kepada Tuhan, ia menyebutkan bahwa setan telah menyentuhnya dengan kesulitan dan siksaan. “Kita lihat dia tidak mempersalahkan Tuhan. Walaupun sebenarnya penyakit itu datangnya dari Tuhan. Itu salah satu akhlak dari seorang Muslim terhadap Tuhan,”pungkas Quraish Shihab.
Bersabar Menghadapi Ujian
“Kesabaran lahir karena Nabi Ayyub AS tidak merasa apa yang dimilikinya adalah miliknya, jika kita kehilangan sesuatu milik kita, kita akan merasa sedih, kan. Punya tanpa merasa memiliki. Segala yang ada pada Anda itu titipan Allah, dan titipan harus dikembalikan,”kata Quraish Shihab.
Jika kita menghayati itu, kata Quraish Shihab, setiap kesulitan akan mudah dihadapi.
Setiap kesulitan yang dihadapi bisa lebih besar, maka ,bersabarlah sampai sabar itu tidak sabar menghadapimu,”pungkas Quraish Shihab.
Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?
Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com setiap harinya. Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.
Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!
