Advertisement

Kisah Bal’am bin Baur: Tinggalkan Ilmu Demi Hawa Nafsu

20 April 2023 20:21 WIB

thumbnail-article

null .

Penulis: Rafi Alif Muhammad Akbar

Editor: Soni Triantoro

Setan memang telah bersumpah untuk menggoda manusia, tidak terkecuali kepada mereka yang berilmu. Kisah Bal’am bin Baur, seseorang dari umat Nabi Musa AS menunjukan betapa kuat godaan meninggalkan ilmu demi dunia. 

Bal’am digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai umat dari  Musa AS yang masyhur karena berilmu, doanya makbul, dan begitu alim. Namun, nafsu membuat Bal’am meninggalkan segalanya dan malah memusuhi Musa.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menceritakan kisah Bal’am demi mengingatkan pentingnya posisi ilmuwan atau ulama dalam menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.

“Ceritakan keadaan Bal’am ini supaya para ulama dan para ilmuwan tidak menjadi seperti mereka (Bal’am). Ulama dan ilmuwan adalah pewaris nabi. Mereka dituntut untuk memberi solusi atas problem masyarakat,” terang Quraish Shihab.

Bal’am Bak Menguliti Diri Sendiri

Quraish Shihab menerangkan, “Jadi Bal’am dilukiskan seperti orang menguliti dirinya. Dia (Bal’am) punya ilmu, ilmunya dibuang. Jadi dia berjalan tanpa tuntunan ilmu.”

Rayuan setan terhadap manusia itu bertingkat-tingkat, dan rayuan setan terhadap Bal’am sudah berada pada tingkat teratas, serupa seperti menjadi gurunya setan.

“Kenapa? Karena dia (Bal’am) tidak mengikuti tuntunan ilmu, dia tidak jadikan ilmunya sebagai pembimbingnya, dia tidak jadikan ilmunya sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat, tetapi ia jadikan ilmunya untuk menuntut kemegahan duniawi secara berlebihan” pungkas Quraish Shihab.

Mengambil Hikmah dari Bal’am

Apa yang bisa kita lakukan agar tidak terjerumus ke jurang yang sama dengan Bal’am?

“Pertama, kita harus sadari bahwa semakin tinggi pengetahuan seseorang, tantangannya dan ujiannya semakin berat. Kedua, harus sadar bahwa selalu ada penggoda,” terang Quraish Shihab.

Setan telah bersumpah untuk terus menggoda manusia dari berbagai penjuru. Namun, hanya ada dua arah di mana setan tidak berani menggoda.

“Atas dan bawah. Atas; ketika orang menghubungkan diri ke Tuhan – tidak akan mampu setan menggoda. Bawah; ketika dia (manusia) menyadari bahwa dia adalah makhluk lemah di mata Tuhan,” ungkap Quraish Shihab.

Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?

Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com setiap harinya. Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.

Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement