Keberhasilan Rasulullah SAW bersama para sahabat merebut kembali kota Mekkah ditandai sebagai salah satu kemenangan terbesar umat Muslim, peristiwa itu kemudian dikenal sebagai ‘Fathu Makkah’.
Menurut Quraish Shihab, meskipun umat Muslim saat itu dapat dikatakan menang telak, tapi Rasulullah SAW bersama para sahabat justru menunjukkan sikap rendah hati.
“Nabi itu memasuki Kota Mekkah bersama sepuluh ribu pasukan. Namun, beliau dengan sangat rendah hati menundukkan kepala di atas untanya sampai-sampai dilukiskan seakan kepalanya menyentuh pelana untanya. Jadi, sama sekali tidak ada keangkuhan walaupun kemenangan sudah di tangan,” terang Quraish Shihab.
Sesampainya Rasulullah SAW di hadapan Ka’bah, beliau berjumpa dengan kumpulan orang-orang yang sebelumnya memusuhinya. Namun, alih-alih mengecam atau menyingkirkan mereka, Rasulullah SAW justru menunjukkan sikap murah maaf.
“Saya akan berucap kepada kamu sebagaimana ucapan Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya, ‘tidak ada kecaman kamu akan dengar dari saya’. Saya tidak akan mengecam kamu, pergilah kalian semua bebas,” terang Quraish Shihab.
Dua peristiwa itu hanya sebagian dari berbagai sikap mulia yang ditunjukkan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Makkah. Seperti apa kisah lainnya?
Mengenang Khadijah
Turut diriwayatkan saat Rasulullah SAW tiba di Makkah, salah satu sahabat Nabi bertanya kepadanya apakah ia ingin pergi ke tempat Khadijah. Namun, pertanyaan itu dijawab Nabi dengan ‘apakah masih ada disisakan oleh Kaum Musyrikin dari harta benda Khadijah? Semua sudah mereka ambil dan hancurkan’.
Quraish Shihab menerangkan, Rasulullah SAW lantas meminta kepada sahabatnya agar dibangunkan tenda di dekat kuburan Khadijah.
“Setianya kepada istrinya dan rasa terima kasihnya atas pengabdian dan pengorbanan istrinya,” terang Quraish Shihab.
Kecemburuan Istri-Istri Nabi
Quraish Shihab menceritakan jika Aisyah dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW menjadi istri yang paling sering diriwayatkan cemburu terhadap Khadijah.
“Pernah terjadi Aisyah berkata ‘kenapa kamu masih mengingat terus itu perempuan yang sudah tua padahal kamu sudah digantikan oleh Tuhan dengan yang lebih muda dan cantik’,” terang Quraish Shihab.
“Nabi marah dan berkata ‘demi Allah, tidak ada yang menggantikan Khadijah. Khadijah membela saya sewaktu saya dalam kesempitan. Khadijah memberikan saya anak-anak yang tidak diberikan oleh istri-istri saya’,” pungkas Quraish Shihab.
Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?
Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya yang bisa kamu akses melalui Vidio.com setiap harinya. Terima kasih sudah menjadikan Shihab & Shihab menjadi teman kamu dalam menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.
Sampai jumpa di Shihab & Shihab lainnya!
