Tidak ada satu pun insan di muka bumi ini yang dapat terhindar dari fitnah. Bahkan, manusia yang paling diagungkan oleh Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, pun juga pernah menjadi korban dari kejinya fitnah.
Quraish Shihab dalam program Shihab & Shihab episode “Kisah Nabi Muhammad SAW Menyikapi Fitnah pada Keluarganya” mengisahkan pada tahun kelima Rasulullah hijrah ke Madinah, Aisyah–istri Rasulullah SAW–sempat difitnah berselingkuh bersama seorang pria bernama Safwan oleh kaum munafik.
Namun, respons yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dan Aisyah justru menunjukkan agungnya akhlak dan iman mereka. Sehingga, ada pelajaran berharga yang dapat dijadikan tauladan: bagaimana sebaiknya kita menyikapi kabar bohong dan fitnah.
Seperti apa kisahnya?
Sikap Nabi Muhammad SAW
Quraish Shihab menjelaskan, usai Rasulullah SAW mendengar kabar perselingkuhan tersebut, beliau tidak seketika percaya begitu saja.
“Maka, beliau bertanya kepada sekian banyak sahabatnya. Ada yang menjawab ‘yang kami tahu itu Safwan itu orang baik,’ tapi kan tidak pasti,” terang Quraish Shihab.
Turut dikisahkan juga, Aisyah pun tidak merasakan terjadinya perubahan perlakuan dari Rasulullah SAW kecuali keramahannya berkurang terhadapnya.
“Tetapi beliau [Rasulullah SAW] tidak meledak-ledak, dan tidak marah,” lanjut Quraish Shihab.
Namun, suatu saat Aisyah jatuh sakit dan meminta agar dipulangkan ke rumah orang tuanya. Setelah kejadian itu, Nabi Muhammad SAW datang berkunjung dan berbicara kepada Aisyah.
“Nabi Muhammad SAW berkata ‘Aisyah, kamu sudah dengar berita [perselingkuhannya]. Kalau itu benar, bertaubatlah kepada Tuhan. Kalau itu salah, saya yakin Tuhan akan menyampaikan tentang kebersihanmu. Jadi, sampaikanlah apa yang kamu mau sampaikan’,” terang Quraish Shihab.
Mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW seperti itu kepada dirinya, Aisyah justru memberikan respons yang menarik untuk disimak dan dijadikan pelajaran. Seperti apa responnya?
Sikap Aisyah
Mulanya, Aisyah meminta kepada ayah dan ibunya agar memberitahu kebenarannya pada Rasulullah. Akan tetapi, kedua orangtuanya ini enggan melakukannya.
“Akhirnya Aisyah berkata ‘kalau saya berkata saya tidak melakukannya, kamu tidak percaya. Tapi, kalau saya berkata saya melakukannya, Tuhan tahu bahwa saya bohong. Saya hanya akan berkata saya akan bersabar dan kepada Allah SWT saya meminta pertolongan untuk itu.’ Kata Aisyah, saya mengharap Nabi mengetahui melalui mimpi,” terang Quraish Shihab.
Namun, Allah SWT ternyata berkehendak lain. Alih-alih menunjukkan kebenaran melalui mimpi selayaknya yang Aisyah harapkan, Allah SWT justru menurunkan ayat-ayat yang mengatakan bahwa Aisyah tidak berdosa.
Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?
Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com setiap harinya. Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.
Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!
