Kisah Nabi Ibrahim AS yang tertuang dalam Al-Qur’an tidak hanya sebatas kisahnya dalam menemukan Tuhan, tetapi juga bagaimana ia berdiri tegak melawan tirani Raja Namrud yang terkenal kejam.
Bahkan, dialog pertentangan antara Nabi Ibrahim AS dan Raja Namrud diceritakan dengan rinci di Al-Qur’an. “Kita disuruh untuk merenungkan dan berfikir tentang dialog antara Nabi Ibrahim AS dan Raja Namrud,” terang M. Quraish Shihab.
Dalam Al-Qur’an, Raja Namrud menjadi salah satu tokoh antagonis yang digambarkan dengan segala macam kesombongan dan kekejamannya. Ada banyak pembelajaran yang kita dapat petik hikmahnya dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an menggambarkan Raja Namrud sebagai sosok tirani dengan segala kezalimannya. Namun, Al-Qur’an juga menggunakan frasa yang menarik dalam menggambarkan kekuasaan yang dimiliki oleh Raja Namrud saat itu. “Tapi Tuhan berkata, ‘yang Kami beri dia kekuasaan’ itu kekuasaannya dari Tuhan. Kalau Tuhan mau kapanpun Dia cabut,” terang M.Quraish Shihab.
Pertanyaannya, lantas mengapa kekuasaan zalim tersebut berlangsung lama?
Raja Namrud yang Sombong
M.Quraish Shihab menjelaskan masih tetap diberikannya kekuasaan kepada Raja Namrud oleh Tuhan adalah bentuk meninggikan tempat jatuhnya,“Tetapi ada orang-orang yang diuji Tuhan dan ada juga orang yang sudah melampaui batas dibiarkan berlarut sehingga jatuhnya lebih sakit,” terang Quraish Shihab.
Raja Namrud dikenal sombong karena bisa memutuskan hidup dan mati seseorang. Antara Nabi Ibrahim dan Namrud terjadi perdebatan yang diceritakan dalam Alquran.
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” Nabi Namrud berkata, “Aku juga dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bungkamlah dia (Raja Namrud).
Apa yang bisa dipelajari dari perdebatan ini?
“Terkadang ketika kita dalam keadaan bingung tidak tahu bertindak, boleh jadi kita diilhami oleh Tuhan yang bisa jadi akan menyelamatkan kita, itu kalau kita dekat dengan Tuhan,”tegas Abi.
Nabi Ibrahim AS Tolak Bantuan Malaikat
Keberanian Nabi Ibrahim AS dalam menentang rezim tirani Raja Namrud berulang kali membuat Raja Namrud murka, salah satunya ketika Nabi Ibrahim AS menghancurkan berhala-berhala milik Raja Namrud. Akibatnya, Nabi Ibrahim AS dijatuhkan hukuman mati dengan cara dibakar.
Namun, ada kisah yang menarik saat Nabi Ibrahim AS hendak menjalani hukuman tersebut. Saat itu dirinya menolak bantuan yang ditawarkan oleh Malaikat Jibril, “Saat api sudah berkobar sedemikian besar, Jibril datang kepada Nabi Ibrahim ‘maukah engkau kubantu?’ Nabi Ibrahim menjawab ‘kepadamu aku tidak meminta bantuan, aku meminta bantuan kepada Tuhan’, yang menentukan Tuhan” terang Quraish Shihab.
Dan, saat itu diturunkannya firman oleh Tuhan yang memerintahkan kepada api agar menjadi dingin sehingga Nabi Ibrahim AS dapat selamat. “Apa makna ini? Maknanya bahwa Tuhan kuasa melakukan apa saja,” pungkas Quraish Shihab.
Mungkinkah Ada Mukjizat di Zaman Sekarang?
Kisah Nabi Ibrahim AS dipenuhi oleh mukjizat dari Allah SWT, mulai dari dihidupkannya kembali burung-burung yang telah mati hingga api yang berubah menjadi dingin. Apa yang kita bisa pelajari dari kisah ini?
“Ada banyak hal-hal luar biasa yang boleh jadi dengan mata pandang yang sederhana kita anggap itu bukan pertolongan Tuhan. Padahal kita tersingkir sedikit dari bahaya itu yang melakukannya adalah Tuhan, setiap jiwa ada yang memelihara. Jadi kalau Anda ingin mendapat bantuan Allah, kata Rasul bantulah sesamamu,” pungkasnya.
Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?
Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com setiap harinya. Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.
Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!
