Nabi Ibrahim dikisahkan sebagai nabi yang mengalami proses perjalanan spiritual luar biasa dalam “mencari” Tuhan. Tak sekadar percaya, Nabi Ibrahim memikirkan sedemikian rupa konsep ketuhanan yang pada akhirnya dia imani.
Nabi Ibrahim AS “menemukan” Tuhan melalui proses mengamati dan mempertanyakan. Dalam tayangan Shihab & Shihab eps Kisah Nabi Ibrahim: Mencari Tuhan, Quraish Shihab menceritakan Nabi Ibrahim sangat lekat dengan umat Islam, bahkan kisahnya terbanyak kedua setelah kisah Musa AS.
Menurut Quraish Shihab, ajaran Ibrahim mencerminkan jalan lurus yang penuh toleransi.
“Hal menarik dari Nabi Ibrahim adalah bagaimana dia menemukan Tuhan. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam. Setelah Nabi Ibrahim mengomentari bahwa bintang, bulan dan matahari tak patut disembah, Nabi Ibrahim mulai memperkenalkan Allah SWT yaitu Tuhan yang patut disembah ,” kata Quraish Shihab.
Sejak itu ajaran Tuhan Yang Maha Esa sedikit berbeda dari ajaran sebelumnya. Sebelum Nabi Ibrahim, para Nabi mengajarkan Tuhan YME itu dengan menggaris bawahi Tuhan bangsamu, Tuhan sukumu, sementara Nabi Ibrahim mengajarkan Tuhan YME adalah Tuhan seru sekalian alam yang menyertai manusia setiap saat.
“Nabi Ibrahim pun dikenal sebagai “Pengumandang Ketuhanan yang Maha Esa,”ujar Quraish Shihab.
Melampaui Iman, Melalui Keyakinan
Tuhan sempat bertanya kepada Nabi Ibrahim AS, “Apakah kamu belum beriman?” pertanyaan itu muncul sebagai respons Tuhan terhadap Nabi Ibrahim AS yang mempertanyakan proses menghidupkan kembali apa yang telah mati.
Allah SWT kemudian menunjukkan kuasa-Nya dengan menghidupkan kembali burung-burung yang sebelumnya telah dibunuh oleh Nabi Ibrahim AS. Kisah ini menunjukkan keistimewaan Nabi Ibrahim AS, “Nabi Ibrahim AS bukan sekadar beriman, tapi yakin. Iman itu boleh jadi masih ada tanda tanya, kalau yakin sudah tidak ada. Itu keistimewaan Nabi Ibrahim AS.” ujar Quraish Shihab.
Relakanlah Anakmu demi Pendidikannya
Selain tentang keimanan, perjalanan hidup Nabi Ibrahim juga memberi banyak pelajaran tentang bagaimana mendidik anak.. Kecintaan Nabi Ibrahim AS terhadap Tuhan turut tergambarkan dalam kisahnya mendidik anaknya. Ia rela meninggalkan anak yang telah ia tunggu bertahun-tahun ke Makkah bersama istrinya agar anaknya dapat belajar dan bertumbuh dalam situasi keimanan kepada Tuhan.
Pelajaran yang bisa diambil dari Nabi Ibrahim dengan kehidupan sehari-hari ini,, para orang tua perlu rela melepas anak untuk mencari ilmu.
Kecintaan dan pengorbanan tersebut dapat kita amalkan sebagai sebuah pembelajaran bagi kita, “Jangan tidak ingin menyuruh anaknya untuk belajar karena masa depan itu adalah pendidikan. Ini pelajaran dari Nabi Ibrahim AS.” terang Quraish Shihab.
Bahkan yang Kafir pun Dijamin Oleh-Nya
Dalam satu kisah, Nabi Ibrahim AS sempat memanjatkan doa agar Makkah diberikan anugerah Tuhan dan diberikan rezeki serta rasa aman bagi penduduknya yang beriman. Namun, doa yang hanya ditujukan untuk orang-orang yang beriman tersebut justru memancing teguran dari Allah SWT.
“Doanya ini ditegur Tuhan, ‘yang kafir pun Saya berikan.’ Jadi jangan pernah dalam konteks material dan kehidupan duniawi mau memisahkan antara beriman dan kafir.” ujar Quraish Shihab.
Bersabarlah dalam Berdoa
Alkisah Nabi Ibrahim AS juga memohon kepada Tuhan dalam doanya agar dikirimkan Rasul di Kota Makkah. Doa itu sejatinya diijabah oleh Tuhan, tapi Nabi Ibrahim AS sudah lebih dulu meninggal. Quraish Shihab menjelaskan doa tersebut diijabah oleh Tuhan 3000 tahun setelahnya. “Itu doa baru dikabulkan baru sekitar 3000 tahun karena satu-satunya nabi yang dari Makkah itu adalah Nabi Muhammad SAW.” terang Quraish Shihab.
Bagaimana Tuhan mengabulkan doa Nabi Ibrahim mengingatkan kita untuk bersabar dalam berdoa. Doa yang telah kita panjatkan, mungkin bukan tidak didengar, melainkan Tuhan menunda doa itu terkabul di waktu yang tepat.
Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?
Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com. setiap harinya, Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.
Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!
