Mengapa Masih Ada yang Percaya Pandemi COVID-19 Bagian dari Konspirasi?

Survei Indikator Politik Indonesia pada awal tahun ini yang mencatat sejumlah 21,2 persen, atau 1 dari 5 orang di Indonesia percaya kalau pandemi virus COVID-19 itu bohongan belaka.

Angka ini tidak jauh dengan survei yang Narasi dan Jakpat lakukan pada Juli 2020 lalu. Sebanyak 17,0% dari 2006 orang yang kami survei, percaya COVID-19 bagian dari konspirasi.

Sikap ketidakpercayaan ini berbuntut panjang. Selain protokol kesehatan jadi longgar, kepercayaan publik pada vaksin juga merosot. Alhasil, target vaksinasi pemerintah terancam meleset.

Michael Butter, penulis buku The Nature of Conspiracy Theories menyebut teori konspirasi memberi jawaban atas kebingungan manusia. Teori konspirasi juga sering kali menautkan identitas kolektif. Para penganutnya duduk bersama di bawah payung teori konspirasi. Mereka tak jarang berkolaborasi dan berkawan.

Selain itu penyebab penganut teori konspirasi ini semakin besar karena buruk pengendalian pandemi di suatu wilayah atau negara. Riset kami menemukan semakin buruk penangan pandemi banyak juga masyarakatnya yang skeptis terhadap situasi pandemi.

#BukaMata #JadiPaham #Narasi

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadi yang pertama mengirimkan komentar dan berinteraksi dengan pengguna lain