Mengukur Emosi Jokowi dengan Artificial Intelligence

Luapan kemarahan Presiden Joko Widodo kepada para menterinya dalam sidang kabinet 18 Juni jadi sorotan. 

Kekecewaan itu diluapkan setelah para pembantunya gagal menekan angka kasus penularan COVID-19 ditambah pergerakan ekonomi yang kian melambat.

Ini, bukan kali pertama Jokowi marah kepada para pembantunya. Sepanjang ia menjabat sebagai Presiden sejak 2014, jokowi sangat terlihat marah dalam dua rapat itu dengan para menterinya.

Kami bekerja sama dengan sebuah perusahaan teknologi asal Spanyol, Emotion Research Lab, untuk menganalisis mimik wajah saat Jokowi sedang memarahi para pembantunya dalam sidang kabinet yang sempat menjadi sorotan itu. 

Benarkah Jokowi benar-benar marah kepada para menterinya?

Hasilnya, berdasarkan analisis mesin artificial intelligence face recognition milik Emotion Research Lab, selama 10 menit pidato Jokowi yang menunjukkan kemarahan, lebih menggambarkan kegelisahan ketimbang benar-benar murka kepada para menterinya.

Hasil itu didapat setelah mesin menganalisis keseluruhan mimik wajah Jokowi. Dua sub-emosi yang paling mendominasi dari pidato kemarahan itu ialah unhappiness alias tidak bahagia dan restlessness, gelisah.

Sebagai catatan, bacaan terhadap wajah oleh mesin AI sendiri masih menjadi perdebatan antar para pakar. Apa yang terbaca dari raut dan guratan wajah, bisa jadi tak menggambarkan suasana hati yang sebenarnya dari indvidu bersangkutan.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER