Ayunan Raket Badminton Asian Paragames

Mereka bertumpu pada satu tangan, namun mampu menaklukan lawan melalui pukulan dan ayunan raket badminton, Suryo Nugroho dan Dheva Anrismusti.

Suryo yang memang sejak remaja adalah atlet badminton mengalami kecelakaan hingga tangannya harus diamputasi. Namun, orang tuanya terus mendorong Suryo untuk terus bangkit. “Saya dulu berpikir tidak mungkin untuk main dengan satu tangan. Tapi saya mencoba terus, di tahun 2009,” katanya. Terbukti, tahun 2010, ia bisa ikut ASIAN Para Games debut pertamanya tahun 2010, di Cina.

Tak jauh berbeda dengan Suryo, Dheva Anrimusti juga bermain badminton sejak umur 9 tahun. Kecelakaan di umur 15 tahun hamper membuatnya tidak mau bermain badminton selamanya. Namun, kini Dheva bangkit dan bisa membuktikan diri sebagai salah satu pemain badminton difabel yang berprestasi.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER