1000 Anak Indonesia Terkena Diabetes, Malas Gerak Jadi Salah Satu Penyebabnya

5 Februari 2023 11:02 WIB

Narasi TV

Ilustrasi seorang anak yang sedang minum obat. Sumber: Freepik.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa lebih dari 1000 anak di Indonesia terkena diabetes tipe 2 atau diabetes mellitus. Hal ini disampaikan dalam briefing “Diabetes Pada Anak” yang dilaksanakan secara virtual.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, dr. Muhammad Faizi SpAK, mengatakan bahwa tingkat prevalensi kasus diabetes pada anak di Indonesia pada Januari 2023 adalah 2 per 100 ribu jiwa. Jumlah ini meningkat 70 kali lipat dibandingkan tahun 2010 di mana tingkat prevalensi kasus diabetes  pada anak berada di angka 0.028 per 100 ribu jiwa. 

Sementara itu, jumlah laporan kasus diabetes pada anak mencapai 1.645 jiwa bersumber dari 13 kota yaitu Manado, Surabaya, Jakarta, Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Denpasar, dan Makassar. 

Muhammad Faizi menekankan bahwa angka-angka ini hanya laporan di kota-kota tersebut, sedangkan jumlah kasus diabetes dan prevalensi diabetes pada anak di seluruh Indonesia pasti lebih besar. Ia juga menambahkan bahwa  rata-rata anak yang dilaporkan sudah dalam kondisi yang parah dan mengancam jiwa.

Dari laporan tersebut ditemukan juga fakta bahwa anak yang mengidap diabetes 59,3% berjenis kelamin perempuan, sementara sisanya 40,7% berjenis kelamin laki-laki. Dilihat dari persebaran usianya, pengidap diabetes anak berusia 0-4 tahun sebesar 19%, sedangkan usia 5-9 tahun sebesar 31,05%. Kelompok anak usia 10-14 tahun merupakan yang tertinggi, yaitu 46,23% sedangkan anak diatas 14 tahun berjumlah 3%.

Tentang diabetes 

Penyakit diabetes atau dikenal juga oleh masyarakat sebagai penyakit gula pada umumnya, dikategorikan sebagai lifestyle diseases atau penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup seseorang. 

Penyakit ini diawali dengan kondisi kadar insulin terus bertambah sehingga sel tubuh tidak bisa menggunakan gula darah dengan baik. Kenaikan kadar gula darah juga menjadi salah satu tanda awal penyakit diabetes.

Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. 

Penyakit Diabetes sendiri dapat dikategorikan menjadi dua yaitu Diabetes Tipe 1 di mana penyakit ini adalah autoimun, yakni sistem imun akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak menghasilkan insulin. Sedangkan Diabetes Tipe 2 atau Diabetes Mellitus adalah kondisi tubuh tidak membuat cukup insulin sehingga sel-sel tubuh tidak merespon insulin secara normal.

Menurut penelitian yang dikeluarkan oleh WHO, frekuensi penderita diabetes terus meningkat. Bahkan Diabetes Mellitus atau Diabetes Tipe 2 yang sebelumnya menyerang orang dewasa di atas 40 tahun kini ditemukan pada anak-anak. 

Diabetes memengaruhi kualitas hidup anak

Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, dr. Muhammad Faizi, diabetes dapat memengaruhi kualitas hidup anak dalam jangka panjang karena tidak bisa sembuh dan obatnya belum ditemukan, sehingga penting untuk dicegah. 

Muhammad Faizi menghimbau agar orang tua rutin mengecek kesehatan anaknya, terutama jika anak mengalami kelebihan berat badan dan mengalami gejala banyak makan, cepat haus dan banyak buang air kecil.

Orang tua juga dihimbau untuk menjaga pola makan anak karena hal ini sangat berkaitan dengan penyakit diabetes. Ketua IDAI dr. Piprim mengatakan bahwa kebiasaan anak bermain gawai juga meningkatkan resiko diabetes karena membuat anak malas bergerak serta kurang tidur.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR